Berita Utama
Selasa, 18 November 2008, 22:29:25 WIB
Jamuan Santap Siang Kenegaraan
Indonesia-Brasil Tingkatkan Kerjasama Pengembangan Biofuel
Presiden SBY dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva ketika mengadakan pertemuan b ilateral di Istana Kepresidenan, Brasilia, Selasa (18/11) siang waktu setempat. (foto: anung/presidensby.info)
Dalam sambujtannya, Presiden Lula da Silva menyampaikan rasa gembira atas kedatangan Presiden SBY dan rombongan. Selain itu, Lula da Silva mengatakan bahwa MoU yang ditandatangani hari ini sangat penting artinya untuk pencegahaan krisis pangan dan riset agriculture tropical. "Seperti yang telah kami lakukan dengan Afrika untuk membantu memperluas pengadaan pangan dan pemberantasan kemiskinan,” kata Lula da Silva dalam bahasa Portugis.
Lula Da Silva juga menyinggung soal kerjasama pengembangan ethanol antara Indonesia dan Brasil yang ditandatangani pada Juli saat ia berkunjung ke Jakarta, Kerjasama itu, ujarnya, mulai terlihat hasilnya. Kedua negara dapat menunjukkan kepada dunia bahwa biofuel dapat membantu sistem kesejahteraan lingkungan dan memerangi kemiskinan.
Sementara itu, Presiden SBY mengatakan bahwa sejak kedatangan Presiden Lula da Silva ke Indonesia pada Juli lalu, SBY telah mengutus Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu ke Brasil melakukan pertemuan dengan mitra kerjanya untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi antar kedua negara. ”Saya juga gembira ditandatanganinya kemitraan strategis antara Indonesia dan Brasil. Saya percaya dengan kemitraan strategis tersebut dapat membuka peluang banyak secara aktif dan nyata," Presiden SBY menjelaskan.
Presiden menambahkan, pada tahun 2007 perdagangan Indonesia dan Brasil mencapai 1,5 miliar dolar AS. Pada sembilan bulan terakhir nilai perdagangan itu telah mencapai 1,7 miliar dolar.
Indonesia dan Brasil juga merupakan mitra yang dapat memberikan kontribusi dalam mencari solusi terhadap berbagai isu-isu global. Pertemuan bilateral kedua negara sungguh merupakan kemajuan yang besar bagi hubungan keduanya. Baik Indonesia maupun Brasil melihat potensi untuk semakin memadukan keunggulan dan pengalaman masing-masing. ”Kita perlu terus mendorong para pengusaha kita untuk meningkatkan kerjasama perdagangan, baik pangan, energi, maupun bidang lain yang masih sangat terbuka untuk ditingkatkan di masa mendatang,” Presiden menegasklan.
Brasil telah berhasil mengembangkan energi alternatif bio ethanol, tanpa mengorbankan lahan untuk ketahanan pangan. Hal ini sebagai sebuah solusi dalam krisis energi dan krisis pangan. Presiden SBY melihat pentingnya kerjasama dalam bidang energi biofuel ini. (win)



