Berita Utama
Jumat, 21 November 2008, 01:33:39 WIB
Pantas dan Tepat Kerjasama Kita dengan Brasil
Rio de Janeiro: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa peningkatan kemitraan strategis (partnership strategic) Indonesia dengan Brasil adalah pantas dan tepat. Pernyataan ini disampaikan Presiden dalam keterangan pers dengan wartawan Indonesia, di Hotel California, Rio de Janeiro, Brasil, pada Kamis (20/11) siang waktu setempat atau malam di Indonesia.”Saya meyakini dengan dibukanya kerangka lebih luas, maka peluang yang bisa kita dapatakan juga lebih besar. Simply, karena kita belum betul-betul meningkatkan hubungan ini dalam level semestinya sesuai potensi dimiliki masing-masing negara,” kata Presiden di hadapan wartawan Indonesia yang mengikuti rangkaian kunjungan kerja sejak dari Washington, Amerika Serikat.
Brasil, lanjut Presiden, juga bisa menjadi pembuka jalan (gateway) untuk memperluas hubungan kita dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin. Selain itu, Brasil merupakan negara terbesar dalam banyak aspek. Mereka adalah produksen dan pemasok sejumlah komoditas pertanian, seperti kopi, kedelai, gula tebu (sugar cane) dan biofuel.
”Sejalan keinginan kita untuk menuju kemandirian pangan dan mengembangkan biofuel untuk energy mix pada tahun 2025, maka kita pantas bekerjasama di bidang pertanian dan bahan bakar nabati ini,” Presiden SBY menjelaskan.
Meskipun Brasil adalah negara agroindustry country yang besar, Presiden yakin selalu ada komplementaritas antara Indonesia dan Brasil. Kita merupakan pemasok karet terbesar bagi Brasil. Lalu, kedua untuk komoditas sawit dan kokoa. Produk tekstil Indonesia terbesar keempat yang diserap Brasil. ”Melihat magnitude (besaran) ini, sangat mungkin untuk bisa kita tingkatkan lagi,” SBY menambahkan.
Untuk kerjasama bidang investasi, nilainya masih relatif kecil. Presiden berharap Kadin lebih banyak lagi melakukan interaksi, para menteri menjadil kerjasama denganb mitranya di Brasil. Bahkan, Presiden Brasil Lula da Silva dan Menlu Celso Luiz Amorim ingin ada pertemuan join commission setiap tahun. ”Tujuannya agar masing-masing mengenal dan mengidentifikasi opportunity,” ujar Presiden SBY.
Mendampingi Presiden dalam konferensi pers ini, antara lain, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Mentan Anton Apriantono, Mensesneg Hatta Rajasa, Menneg LH Rachmat Witoelar, dan kedua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi A.Mallarangeng. Hadir pula Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, anggota DPR Theo L.Sambuaga, Kepala BKPM M.Luthfi. (har)



