Berita Utama

Presiden:

Batik Bisa Jadi Pemicu Ekspor Ekonomi Kratif

Rio de Janeiro: Kemitraan strategis dengan Brasil diharapkan membuka peluang bagi ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia. Misalnya batik. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini dalam bagian lain keterangan persnya dengan wartawan Indonesia, di Hotel Calofornia, Rio de Janeiro, Brasil, Kamis (20/11) siang waktu setempat.

Dalam Gala Dinner dan Pagelaran Budaya untuk memperingati 55 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Brasil, Presiden mendapat respon luar biasa. Tamu undangan banyak sangat terkesan dengan peragaan busana batik. ”Ketika diperagakan batik, ternyata feedback yang saya terima mereka terkesan, berminat, dan ingin tahu lebih banyak lagi,” kata Presiden.

Karena itu, Presiden SBY meminta Dubes RI di Brasil, Bali Moniaga, dan Menseskab Sudi Silalahi untuk memikirkan peluang ekspor batik ke Brasil ini. Mereka diminta bekerjasama dengan Kadin, pengusaha, dan desainer batik.

Setiap tahun, di Sao Paolo ada dua kali peragaan busana atau fashion show besar. Presiden meminta dipikirkan peluang agar Batik bia menembus event itu.

”Senang kalau kita bisa menembus pasar di sini. Dimulai dari batik, dilanjutkan dengan produk-produk ekonomi kreatif lainnya seperti handicraft dan sebagainya, sehingga ekonomi kreatif yang merupakan sumber ekonomi baru di Indonesia bisa kita pasarkan lebih luas lagi,” Presiden SBY menjelaskan.

Dalam persaiangan global yang makin ketat, Presiden meminta seluruh jajaran lebih aktif. Dubes sekarang ini harus menjadi pencari peluang (opportunity seeker). ”Dengan begitu kita bisa menembus pasar dengan lebih meragamkan ekspor kita dibanding komoditas yang klasik. Carilah captive market dengan cara-cara yang bagus, promosi yanhg bagus. Dengan demikian makna strategic partnership ini memberi makna yang lebih besar di masa mendatang,” ujar SBY.

Seusai memberikan keterangan pers soal hasil-hasil kunjungan kerja di Brasil sejak 18 November, Presiden SBY dan rombongan langsung bertolak ke bandara Galeao Antonio Carlos Jabim. Sekitar pukul 16.15 waktu setempat atau pukul 01.15 WIB Pesawat Kepresidenan Airbus A330-341 lepas landas menuju Peru. Usai sudah kunjungan kerja empat hari di Brasil. (har)