Berita Utama

Akhirnya Kerangka Pembiayaan Pengurangan Emisi Disepakati

Lima: Akhirnya para pemimpin APEC menyepakati kerangka pembiayaan dan sistemnya untuk mengurangi emisi dari karbon dioksida. Topik ini merupakan salah satu dari enam isu menonjol yang dihasilkan dalam KTT ke-16 APEC di Lima, Peru.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan hal ini dalam keterangan pers kepada wartawan Indonesia di Hotel Melia Lima, Peru, Sabtu (23/11) malam waktu setempat.

”Yang mengemuka dalam summit kali ini adalah akhirnya kita punya kerangka, roadmap dengan jadwal. Setelah kita mempunyai sasaran pengurangan emisi dari karbon dioksida, lantas bagaimana pembiayaannya dan siapa membiayai apa,” ujar Presiden SBY.

Para pemimpin APEC juga menyepakati soal pengaturan terhadap negara-negara yang tidak punya kemampuan finansial untuk menjalankan kewajibannya. Kesepakatan itu juga mencakup pengaturan terhadap negara-negara yang belum memiliki teknologi untuk mengurangi emisi gas buang.

Menurut SBY, Presiden Meksiko mengusulkan adanya green fund. ”Idenya sederhana sekali, semua negara diajak iuran. Setelah itu ada yang mengatur, ada yang mengurus dana itu. Setiap negara boleh menggunakan dana itu. Negara berkembang boleh lebih banyak menggunakan dibandingkan negara maju,” SBY menjelaskan. Indonesia mendukung semua upaya untuk mencari pembiayaan bagi pencegahan pemanasan global dan mengelola perubahan iklim.

Presiden juga menuturkan, Indonesia berharap bisa menjadi tuan rumah KTT APEC lagi pada tahun 2014. Ini akan menjadi tonggak penting setelah 20 tahun usia Bogor Goals. ”Saya menawarkan, siapapun nanti presidennya, tahun 2014 itu bagus untuk kita menyelenggarakan KTT APEC di Indonesia,” kata SBY. J

KTT APEC Summit 2009 akan diadakan di Singapura, lalu mengusul Jepang, Amerika Serikat, dan Rusia. Tuan rumah untuk tahun 2014 masih belum ditentukan. Indonesia berharap ditunjuk. (osa/har)