Berita Utama
Kamis, 27 November 2008, 12:07:54 WIB
Presiden Buka Sidang Ke 3 Parlemen Asia
Presiden SBY menghadiri pembukaan Sidang Parlemen Asia (Asian Parliamentary Assembly) ke-3, di gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (27/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Sidang APA kali ini akan menciptakan sistem keuangan alternative untuk menggantikan sistem keuangan internasional yang rapuh ketika dihantam oleh krisis. Dengan mengangkat tema Asia and the Need for A New Global Financial Architecture, sidang APA kali ini akan menghasilkan Deklarasi Jakarta yang merupakan jalan keluar dalam mengatasi krisis financial yang tengah melanda dunia saat ini. Acara yang juga dihadiri sejumlah peninjau dari Parlemen ASEAN, Interparliamentary Association, Eurasian Economic Committee, dan OKI tersebut, diawali dengan sambutan dari Ketua DPR-RI Agung Laksono, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Presiden APA Ali Larijani, dan diakhiri sambutan Presiden SBY.
Ketua DPR RI Agung Laksono, dalam sambutannya berharap Deklarasi Jakarta dapat dilaksanakan di masing-masing negara anggota. “Kita semua berharap, hasil akhir dari pertemuan ini, dalam bentuk Jakarta Declaration harus dapat ditindaklanjuti dengan action yang nyata, apakah dilakukan oleh Parlemen atau bersama dengan pemerintah, agar berbagai keputusan itu dapat diimplementasikan.” ujar Agung Laksono.
Isu lain yang akan dibahas dalam sidang antara lain masalah lingkungan, penanganan korupsi antar negara di Asia, globalisasi Asia dan kesatuan pasar energi di Asia. “Isu-isu ini bukan merupakan masalah yang dihadapi oleh satu negara saja, tetapi dihadapi oleh seluru negara-negara di dunia. Segala masalah yang dihadapi oleh satu negara, memiliki potensi untuk mempengaruhi kehidupan di negara lain. Oleh karena itu, langkah-langkah positif diperlukan untuk menjaga kestabilan ketahanan pangan melalui program-program dan peraturan-peraturan untuk menjaga ketahanan pangan di setiap negara,” Agung melanjutkan.
Dalam sambutannya, Presiden SBY optimis bahwa Sidang Pleno APA ke-3 ini akan membuahkan hasil yang baik bagi negara-negara di Asia, karena membahas isu-isu penting. “Kalian datang dengan agenda untuk mencari solusi mengenai pengentasan kemiskinan, integrasi pasar energi, pemeliharaan kebudayaan, pemberantasan korupsi dan perhatian terhadap lingkungan hidup,” kata SBY.
Presiden juga yakin bahwa Asia dapat menjadi bagian dari solusi untuk dapat mengatasi masalah global. “Karena, seiring dengan adanya krisis global saat ini, negara-negara di dunia menjadi tergantung satu sama lainnya. Oleh karena itu, tantangan global, membutuhkan solusi global. Sehingga tidak ada satu negara yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri,” SBY menambahkan.
Acara yang juga dihadiri oleh sejumlah peninjau dari Parlemen Asean, Interparliamentary Association, Eurasian Economic Committee, dan OKI tersebut, diawali dengan sambutan dari Ketua DPR RI Agung Laksono, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Presiden APA Ali Larijani.
APA merupakan organisasi parlemen di Asia, yang sebelumnya bernama Organisasi Parlemen Asia untuk Perdamaian dan Persahabatan (Association of Asian Parliamentarians for Peace), dan berubah nama menjadi Asian Parliamentary Assembly pada tahun 2006. Hingga saat ini, APA beranggotakan 40 negara dan sejumlah negara peninjau di kawasa Asia. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan perdamaian, keadilan sosial dan keamanan, kerjasama dalam akses pertukaran informasi dan pengetahuan antara negara anggotanya. APA juga bertujuan untuk menggerakkan sumber daya yang dimiliki kawasan demi peingkatan kesejahteraan rakyatnya.
Usai melakukan peresmian pembukaan sidang, Presiden SBY melakukan penanaman pohon Kayu China di halaman gedung DPR. Tampak hadir dalam rombongan kepresidenan antara lain dua Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal dan Andi A. Mallarangeng. (mit)



