Berita Utama
Kamis, 27 November 2008, 12:30:23 WIB
"Negara-negara di Asia Harus Belajar Dari Krisis Global"
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada pembukaan Sidang Parlemen Asia (Asian Parliamentary Assembly) ke-3, di gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (27/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
"Ada dua hal yang dapat dipelajari dari krisis global saat ini, yaitu ketidak seimbangan global yang fundamental dengan sumber daya alam dan perubahan iklim, serta munculnya bubble economy". Mengenai ketidakseimbangan global antara sumber daya alam dan perubahan iklim, Presiden SBY mengatakan bahwa negara-negara di dunia mulai mengkonsumsi lebih dari barang yang merekoa produksi. “Alam memberikan hasil yang cukup untuk semua orang, namun konsumsi masyarakat melebihi hasil produksi. Oleh karena itu, kita harus menyeimbangkan kembali antara jumlah hasil produksi dan konsumsi," kata Presiden.
Sedangkan mengenai bubble economy, Presiden SBY berpendapat bahwa hal itu dapat hancur setiap saat dan dapat mengganggu tataan ekonomi yang sangat rentan dan saling bergantungan. “Oleh karena itu, kita harus mencari solusi yang seimbang agar menghindari terbentuknya kembali bubble economy, sementara kita terus melakukan reformasi terhadap tatanan perekonomian internasional,” kata Presiden.
Indonesia menjadi tuan rumah Sidang APA (Asian Parliamentary Assembly), yang diikuti 233 delegasi dari 31 parlemen di Asia, dan berlangsung hingga hari Sabtu (29/11).
Usai membuka sidang, Presiden SBY melakukan penanaman pohon Kayu China di halaman gedung DPR. Tampak hadir dalam rombongan kepresidenan antara lain dua Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal dan Andi A. Mallarangeng. (mit)



