Berita Utama
Jumat, 28 November 2008, 12:00:35 WIB
"Lebih Baik Bekerja dan Bertindak Nyata dari pada Terlalu Banyak Bicara"
Presiden SBY menanam pohon Nyamplung, usai mencanangkan Hari Menanam Pohon Indonesia, di areal Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Cibinong, Bogor, Jabar, Jumat (28/11) pagi. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (28/11) pagi, dalam sambutannya pada pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Desember Sebagai Bulan Menanam Nasional, di areal Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Pencanangan ini juga sebagai tanda dimulainya penanaman 100 juta pohon secara serentak di seluruh Indonesia.
”Misalnya krisis keuangan yang terjadi saat ini, antara lain diakibatkan kebutuhan manusia yang berlebihan, sehingga menguras, dan banyak terjadi ketidakseimbangan global dari segi produksi dan komsumsi. Dari segi supplay dan demand mengakibatkan terjadinya krisis yang sekarang menjadi bagian dari resesi ekonomi pada tingkat global,” ujar Presiden SBY.
"Oleh karena itu, akibat ketidak seimbangan banyak hal yang akhirnya baik langsung maupun tidak langsung menimbulkan persoalan pada tingkat dunia. Muncul sekarang pemikiran-pemikiran besar. Kalau begitu, supaya bumi selamat sepuluh tahun lagi, seratus tahun lagi dan seterusnya, maka harus ada keseimbangan dari apa yang dilakukan manusia untuk mencukupi kebutuhannya, dengan apa yang tersedia di alam semesta ,” kata Presiden SBY.
” Gandhi mengatakan, alam ini cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tapi alam tidak pernah cukup untuk memenuhi apa yang disebut dengan ketamakan dan kerakusan dari manusia yang menggunakannya,” ujar Presiden SBY mengutip pesan Gandhi. Untuk itu Presiden SBY mengajak menghadapi krisis ini, apakah keuangan, pangan, energi dan iklim dengan cerdas serta mengetahui hakekat dan penyebab dari krisis itu dengan penuh tanggung jawab melakukan sesuatu untuk mencegah memburuknya masalah-masalah itu.
Lebih baik bekerja , lebih baik bertindak nyata daripada terlalu banyak bicara. Karena kalau terlalu banyak bicara tidak akan berubah , mari kita lakukan itu semuan



