Berita Utama

FKPPI Tetap Menjadi Keluarga Besar TNI dan Polri

Presiden SBY didampingi Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo pada pembukaan Munas VIII FKPPI di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/11) malam. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo pada pembukaan Munas VIII FKPPI di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/11) malam. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (28/11) malam, membuka Munas VIII Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri ( FKPPI) di Wisna Kinasih, Jl Raya Sukabumi Km 17, Caringin, Bogor,Jawa Barat. Kehadiran SBY disambut meriah dan hangat serta applaus panjang oleh sekitar 1000 pimpinan FKPPI dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya Presiden SBY mengingat kembali bahwa di dalam tubuh anggota FKPPI mengalir darah pejuang, darah ksatria, karakter pejuang. “Oleh karena itu menghadapi tantangan dan perubahan jaman, ksatria tetap ksatria, pejuang tetap pejuang," kata Presiden yang juga Ketua Dewan Penasihat FKPPI

Meskipun format politik telah berubah, tetapi FKPPI tetap merupakan keluarga besar TNI dan Polri. “Silaturahim tidak boleh putus, tidak perlu berjarak, karena kita punya ikatan emosional dan ikatan kesejarahan yang tinggi. Saya berharap di seluruh Indonesia hubungan silaturahmi, meskipun berbeda format politik di waktu yang lalu antara lembaga TNI, Polri dan FKPPI, haruslah tetap dekat," Presiden SBY menegaskan.

Tema munas kali ini, ‘FKPPI Siap Mempertahankan NKRI’, menurut SBY, bisa dibaca andaikata ada yang mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, selain TNI dan POLRI maka FKPPI ikut berdiri di depan. “Andaikata ada yang mengusik, mengancam ingin mengganti ideologi dan dasar negara Pancasila, FKPPI juga harus di depan. Andaikata ada yang berpikir negara kesatuan ini, sistem kesatuan ini sudah usang, lebih baik negara federal, FKPPI juga harus di depan, " Presiden SBY menandaskan, disambut applaus panjang seluruh peserta Munas dan undangan yang hadir

Sebelumnya Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo mengatakan program FKPPI antara lain merekrut kader-kader potensial untuk bahu-membahu mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang ditanamkan oleh para orangtua, yakni menjaga Republik dengan NKRI, Pancasila, dan UUD 1945. “Itulah pegangan kita melangkah saat ini, termasuk mempersiapkan kader yang langsung terjun ke masyarakat, menolong rakyat yang kena musibah bencana alam dan lain-lain,” katanya.

Munas yang berlangsung mulai 28 hingga 30 November ini dihadiri sekitar 1000 pimpinan daerah FKPPI di seluruh Indonesia.

Hadir dalam acara ini, antara lain, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, Seskab Sudi Silalahi, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Danuri, dan Jubir Presiden Andi A.Mallarangeng. (win)