Berita Utama

SBY dan Ibu Ani Mencoblos untuk Pilkada Kabupaten Bogor

Cisarua: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, Minggu (30/11) pagi, memberikan hak pilihnya pada putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Presiden mencoblos di areal Perkebunan Nusantara VIII, TPS 03, RT.01/RW.02 Desa Tugu Selatan, Cisarua, Bogor. Presiden SBY dan Ibu Ani turut antre mencoblos menanti panggilan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS)

Usai mencoblos, kepada wartawan Presiden SBY mengatakan bahwa sebagai warga negara ia dan istri telah menggunakan hak pilihnya dalam pilkada Kabuapten Bogor putaran dua. "Saya ingin menghidupkan demokrasi di negeri ini. Kami ikut berpatisipasi memilih kepala desa di Cikeas, kami ikut pula memilih ketika Pilkada Gubernur Jabar dan Pilkada Kabupaten Bogor putaran pertama dan hari ini putaran kedua," kata Presiden SBY.

Presiden mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih masing-masing. Menggunaan hak pilih ini, ujar SBY, penting agar masyarakat betul-betul bisa menentukan pemimpin yang dikehendaki untuk periode lima tahun mendatang. "Sehingga tidak ada nanti kata-kata, misalkan, kurang puas atau ada hal-hal tertentu, padahal tidak ikut memilih. Lebih baik memilih, dengan demikian tidak ada ganjalan apapun nanti pada saat bupati dan wakil bupati menjalankan tugasnya," SBY menjelaskan. Hak pilih ini juga sebaiknya digunakan pada pemilu 2009 mendatang.

Presiden SBY juga berpesan kepada jajaran KPUD agar menyelenggarakan Pilkada sebaik baiknya. "Yang teliti, yang akuntabel, yang transparan, yang obyektif mulai dari pencoblosan hingga penghitungan suara. Ambil pelajaran, pengalaman, dari rangkaian pilkada selama ini, termasuk misalnya kegiatan protes dari pihak lain atau pasangan calon," SBY mernambahkan.

Kalau semua berjalan tertib, lanjut Presiden SBY, mulai dari bawah obyektif, insya Allah apapun hasilnya nant bisa dipertanggung jawabkan. Kalau ada misalnya tidak puas atau tidak menerima hasilnya, silakan gunakan saluran hukum. "Negara mengatur kemungkinan seperti itu. Cegah yang namanya benturan, kekerasan, main hakim sendiri. Aksi sepihak seperti itu akan merugikan demokrasi kita, akan membikin cacat sistem politik kita, dan pada hakikatnya hanya akan membawa masalah bagi kehidupan masyarakat kita," kata Presiden SBY.

Presiden juga berpesan kepada para calon bupati dan wakilnya, agar pada saat terpilih nanti menjalankan amanah dan menghormati pasangan yang belum berhasil. Yang belum berhasil agar menrima dan kemudian menghormati yang menang. "Ingat, kekalahan itu bisa menjadi kemenangan yang tertunda," ujar SBY.

Pada putaran II Pilkada Kabupaten Bogor ini tersisa dua dari lima pasangan dari putaran pertama. Kedua pasangan tersebut adalah H. Fitri Nugraha - RH. Endang Kosasih yang diusung Partai Golkar dan Rahmat Yasin - Karyawan Fathurachman diusung PPP, PDIP, Pelopor, PNBK, Patriot Pancasila,dan PSI.

SBY dan Ibu Ani mencoblos di Desa Tugu Selatan karena kebetulan sedang ada acara di dana. Di desa ini terdapat 28 TPS dengan jumlah pemilih 10.700 orang. Sementara TPS 03 dimana Presiden SBY mencoblos tercatat 326 hak pilih dengan rincian laki-laki 180 dan perempuan 146. (win)