Berita Utama

Segera Diterbitkan PP Tentang Penyuluhan Pertanian

"Kalau Sudah di Meja, Satu atau Dua Hari Pasti Saya Tandatangani"

Presiden SBY  dan Ibu Ani meninjau pameran usai membuka Jambore dan Festival Karya Penyuluh Pertanian, di Kebun Raya Cibodas, Jabar, hari Minggu (30/11) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau pameran usai membuka Jambore dan Festival Karya Penyuluh Pertanian, di Kebun Raya Cibodas, Jabar, hari Minggu (30/11) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Cibodas: Laporan dari masyarakat mengenai kinerja penyuluh pertanian, sangat positif, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat membuka Jambore dan Festival Karya Penyuluh Pertanian II 2008, Minggu (30/11) siang, di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. "Tapi jangan terlalu GR dulu. Tidak boleh sombong, tidak boleh cepat puas diri, tidak boleh takabur. Ilmu padi, makin merunduk. Syukuri, rakyat senang, lanjutkan dampingi petani," lanjut Presiden.

"Istri saya, Ibu Negara ini paling tekun mendengarkan laporan dari masyarakat. Saya juga punya SMS ratusan tiap hari, dan dibedah tiap minggu. Diantaranya melaporkan tentang apa yang dilakukan oleh para penyuluh. Jadi hati-hati, " kata SBY. "Terus terang, saya ini bukan tipe orang senang memuji-muji. Kalau salah, saya tegur, saya hukum, tidak ada alasan. Tetapi yang masuk info ke kita semuanya positif. Coba Ibu Negara bacakan salahsatu SMS yang masuk tentang penyuluh pertanian, biar didengar langsung." kata Presiden SBY.

Ibu Ani kemudian membacakan SMS yang diterimanya, berasal dari Sumbar dan dikirim oleh seorang wanita. "Mereka sangat puas dengan kerja penyuluh pertanian, terutama dari salah satu penyuluh pertanian seorang wanita di daerah Sumatera Barat," ujar Ibu Ani. Usai Ibu Ani membaca SMS, SBY melanjutkan, "Itu hanya salahsatu contoh. Petani itu juga punya pengalaman dan punya pengetahuan. Bukan tidak tahu menahu, bahkan banyak yang menjadi guru," kata SBY.

Saat dilakukan dialog dengan para penyuluh pertanian, salah seorang dari mereka, Nani Surtini dari Cianjur mengatakan, "Saya atas nama penyuluh pertanian kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengucapkan terima kasih kepada Presiden SBY atas disahkannya UU No. 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, perikanan dan kehutanan. Namun masih ada kendala karena Peraturan Pelaksanaannya belum diterbitkan. Untuk itu kami berharap Presiden dapat mempercepat terbitnya Peraturan Pemerintah itu.

Menjawab pertanyaan Nani Surtini, Presiden SBY mengatakan bahwa dirinya baru saja menanyakan kepada Mentan Anton Apriyantono, bagaimana dan di mana PP dan Keppres itu. "Karena kalau sudah di meja saya, satu atau dua hari selesai saya teken," ujar Presiden SBY. Pak Anton menjawab, PP itu, karena menyangkut keuangan, menyangkut adminitrasi, menyangkut aparatur negara, biasanya setelah didraf oleh menteri yang bersangkutan, lalu dikordinasikan dengan pejabat menteri-menteri terkait. Tapi saya setuju, sudah saatnya terbit dan mesti dipercepat," tegas Presiden SBY. "Kalau sudah di meja saya, tidak boleh terlalu lama. Dua atau tiga hari, saya teken. Tolong ditagih bulan depan," ujar Presiden SBY disambut aplaus panjang rbuan penyuluh peserta Jambore

Jambore dan Festival Karya Penyuluh Pertanian II 2008 diikuti sekitar 4.500 penyuluh dari seluruh tanah air. Tampak hadir Menteri Koperasi Anton Apriyantono dan Meneg Koperasi dan UKM, Suryadharma Ali, Meneg Ristek Kusmayanto Kadiman dan Dirut Bulog, Mustafa Abubakar. (win)