Berita Utama
Senin, 1 Desember 2008, 11:38:37 WIB
Diterima Presiden SBY
Kunjungan Kenegaraan Presiden India
Presiden SBY menyambut Presiden Republik India, Pratibha Devisingh Patil, di Istana Merdeka, hari Senin (1/12) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Selesai upacara penyambutan, Presiden SBY dan Presiden Patil melakukan pertemuan bilateral selama 50 menit. Presiden SBY didampingi Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menlu Hassan Wirajudha, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Mendiknas Bambang Soedibyo, Menkominfo M. Nuh dan Menneg Pora Adhyaksa Dault. Sementara Presiden Patil didampingi Minister of State India Ashwani Kumar, serta tiga anggota parlemen Rubab Saveda, Haribhau M. Jawale dan Agatha K. Sangma. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerjasama di bidang kepemudaan dan olah raga serta pertanian.
Presiden SBY, dalam konferensi pers bersama dengan Presiden India mengungkapkan keinginan Indonesia untuk meningkatkan kemitraan strategis antara Indonesia dan India. Di bidang perdagangan, Presiden SBY dan Presiden Pratibha Devisingh Patil, sepakat bahwa hubungan perdagangan Indonesia dan India akan lebih ditingkatkan lagi. “Volume perdagangan kita mencapai 6,5 milyar Dolar AS, dan kita sepakat untuk meningkatkannya menjadi 10 milyar Dolar ASpada tahun 2010,” kata Presiden SBY dalam konferensi persnya.
Selain itu, Indonesia dan India juga sepakat untuk mendorong para pengusaha kedua negara untuk meningkatkan investasi dan kerja sama ekonomi di kedua negaral. Presiden SBY dan Presiden India juga sepakat dan berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, farmasi, pertanian, kepariwisataan dan industri perfilman. ”India sangat mahir di bidang information technology, farmasi dan perfimlan. Oleh karena itu, Indonesia tentu akan menimba pengalaman, dan kita berharap kerja sama masa depan berjalan lebih baik,” ujar SBY.
Presiden Republik India, Pratibha Devisingh Patil didampingi oleh Minister of State India Ashwani Kumar, serta tiga anggota parlemen Rubab Saveda, Haribhau M. Jawale dan Agatha K. Sangma. (mit)



