Berita Utama
Senin, 1 Desember 2008, 15:10:27 WIB
Presiden: Pemerintah Terus Berusaha Atasi Dampak Krisis Global
Presiden SBY memberi keterangan kepada wartawan, di Istana Merdeka, Senin (1/12) siang. (foto: edityawarman/presidensby.info)
Tampak hadir mendampingi Presiden SBY dalam konferensi pers tersebut, antara lain, Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Meko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menlu Hassan Wiiajuda, Mentan Anton Apriyantono, Seskab Sudi Silalahi, Mensesneg Hatta Rajasa, Panglima TNI Joko Santoso dan dua Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.
Pemerintah baru saja menurunkan BBM, dan saat ini pemerintah sedang melakukan simulasi apabila pemerintah berencana menurunkan harga solar bulan depan. Sedang kita hitung dengan konteks APBN kita, karena setiap upaya untuk meringankan beban rakyat mesti kita lakukan dengan catatan, semua itu klop dengan penyelamatan perekonomian secara menyeluruh dan utuh. Tentu saja, peluang ini harus digunakan sebaik-baiknya agar tujuannya bisa dicapai dan tidak ada penyimpangan lain dalam upaya kita untuk meringankan ekonomi rakyat yang berkaitan dengna harga BBM ini.,” SBY menambahkan.
Selain BBM, pemerintah Indonesia juga memberikan atensi pada pupuk, karena pertanian, utamanya beras, sangat berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. ”Tetapi akibatnya, kebutuhan pupuk meningkat dengan tajam. Oleh karena itulah, kita terus melakukan upaya untuk mengatasi persoalan pupuk ini. Meningkatkan produksi, menggunakan cadangan yang ada, dengan harapan distribusinya tepat, sampai sasaran, dan bertanggung jawab,” ujar Presiden SBY. Wakil Presiden, lanjut SBY, sedang dan telah mengkoordinasikan upaya-upaya ini untuk memastikan bahwa persoalan pupuk yang muncul akibat meningkatnya kegiatan pertanian pangan, dapat kelola dengan baik.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga bekerja keras untuk mensukseskan program-program bantuan untuk rakyat yang berada di dalam sektor kesejahteraan untuk rakyat. ”Saya berharap pelaksanaan dari cluster bantuan langsung masyarakat berjalan dengan baik di seluruh Indonesia. Saya juga ingin program pemberdayaan di masing-masing kecamatan dan desa melalui PNPM Mandiri dengan alokasi anggaran yang makin besar, makin luas, sehingga bisa memberikan lapangan pekerjaan di tiap kecamatan dan menggerakkan ekonomi riil, ekonomi lokal. Saya juga berharap, Kredit Usaha Rakyat untuk membantu usaha mikro dan kecil juga terus berjalan. Tahun ini, insya Allah kita bisa menyalurkan Rp 14 trilyun. Harapan saya tahun depan, kurang lebih jumlahnya sama, atau kalau bisa lebih besar lagi, sehingga bisa menolong saudara-saudara kita untuk tetap memiliki penghidupan dan income,” kata SBY. (osa/mit)



