Berita Utama
Kamis, 4 Desember 2008, 11:30:58 WIB
Peserta Kongres Perwari Diterima Presiden
Perwari Tetap Relevan Untuk Masa Kini dan Kedepan
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani menerima peserta Kongres XXII Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) di Istana Negara, Kamis (4/12) pagi. Perwari adalah organisasi kemasyarakatan tingkat nasional yang lahir pada tanggal 17 Desember 1945 di kota Klaten, Jawa Tengah.Perwari saat ini memiliki pusat pimpinan daerah di 23 propinsi, 150 cabang di kabupaten/kota, dan 344 ranting yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. “Dengan dasar Pancasila dan UUD 1945, Perwari mendukung tujuan pembangunan nasional dan senantiasa berperan aktif membantu program pemerintah di berbagai bidang, antara lain pendidikan, hukum, kesehatan dan lingkungan hidup,” lapor Ketua Umum Pimpinan Pusat Perwari, Setiyati Hanky Hendro.
“Kongres ke 22 Perwari dilaksanakan di Jakarta dari tanggal 1 sampai 4 Desember 2008. Syukur Alhamdulilah telah terlaksana dengan baik dan berjalan lancar berkat bantuan dari berbagai pihak,” jelas Setiyati. “Adapun tujuan kongres adalah menetapkan program perwari 2008-2012. Tema kongres adalah “Perwari mendukung program pemerintah dalam melestarikan lingkungan hidup” dengan sub tema Selamatkan Lingkungan, Selamatkan Generasi Penerus. Jumlah perserta lebih kurang 300 orang,” lanjutnya.
Presiden SBY dalam pengarahannya mengungkapkan, banyak yang sering bertanya apakan organisasi-organisasi yang telah berdiri sekian puluh tahun yang lalu itu masih tetap relevan dengan semangat dan tantangan jaman dewasa ini. “Ketika saya menerima audiensi dari pengurus Perwari waktu itu, saya katakan, relevan atau tidak relevan berpulang kepada organisasi itu sendiri, institusi itu sendiri apakah setiap saat terus bisa memberikan kontribusinya kepada kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara,” SBY menjelaskan.
Setelah bertemu dengan Pengurus Perwari, Presiden SBY berpendapat, Perwari tetap relevan dan tetap dapat memberikan sumbangsih yang nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara. “Oleh karena itu, pertahanankan dan terus tingkatkan karya nyata. Sebuah institusi dan organisasi akan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan bangsa, dalam jaman yang terus berubah manakala organisasi itu terus dapat menyesuaikan diri. Melakukan adaptasi, melakukan aktualisasi, peran dan partisipasinya. Dalam bahasa yang sering disebut-sebut dalam berbagai forum adalah apabila organisasi itu mampu melaksanakan transformasi dan reaktualisasi,” kata SBY.
“Itu membuktikan bahwa Perwari bukan hanya milik masa lampau, tetapi juga dapat berkiprah di masa kini dan masa depan. Lanjutkan ibu-ibu, proses transformasi dan reaktualisasi tersebut,” seru Presiden SBY. Nampak hadir dalam acara tersebut antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Meneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendag Mari E. Pangestu dan Menkes Siti Fadillah Supari. (osa)



