Berita Utama

Butet Manurung Bertemu Presiden

Presiden SBY  didampingi Ibu Negara, menerima Butet Manurung, Kamis (4/12) siang, di Kantor Kepresidenan. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ibu Negara, menerima Butet Manurung, Kamis (4/12) siang, di Kantor Kepresidenan. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara, Kamis (4/12) siang, di Kantor Kepresidenan menerima relawan pendidikan Butet Manurung, yang datang bersama empat rekannya. Butet Manurung dan kawan-kawan adalah relawan pendidikan untuk suku-suku terasing yang bekerja atas dasar inisiatifnya sendiri yang dia beri nama Sokola .

Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, usai mendampingi Presiden mengatakan, sudah sejak lama Presiden SBY memperhatikan kegiatan Butet Manurung dan kawan-kawan in. Ini dapat dilihat dari artikel Presiden SBY di majalah Time tentang The Making of A Hero tahun 2005. "Dalam artikel itu, SBY juga menyinggung aktivitas Butet dengan sekolah rimba dan aktivitasnya di Aceh. Artikel itu intinya menyinggung bahwa pahlawan tidak harus seorang jenderal, tidak harus top scientist, tapi juga bisa orang-orang yang menjalankan tugasnya, orang yang mempunyai niat baik untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat lainnya, dan mungkin saja tidak ter-cover oleh media. Dalam artikel Presiden itu, pahlawan-pahlawan dapat ditemukan di mana-mana,” kata Andi Mallarangeng dalam keterangan persnya didampingi Mendiknas Bambang Soedibyo serta Butet dan kawan-kawan.

Andi menambahkan beberapa hari lalu di sebuah media cetak ada profil Butet yang menceritakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan sekolah rimbanya. Cara-cara pendidikan yang non konvensional dengan pendekatan sosial antropologi yang dilakukan Butet ini menarik perhatian Presiden SBY. ”Untuk itu, Presiden dan Ibu Negara yang memang sangat menaruh perhatin terhadap pendidikan ini, meminta agar Butet dan kawan-kawan bisa bertemu, untuk mendengarkan cerita apa yang dilakukannya selama ini di berbagai tempat. Karena Ibu Negara juga punya program yang mirip, misalnya Motor Pintar, Mobil Pintar, Rumah Pintar dan Kapal Pintar,” ujar Andi Mallarangeng .

Selain itu, lanjut Andi, Presiden memberikan bantuan dana agar kesulitan yang dihadapi Butet dan kawan-kawan dapat teratasi, dan Presiden juga meminta Mendiknas untuk mengetahui apa yang bisa dibantu dalam aktivitas Butet ini

Menurut Mendiknas Bambang Sudibyo, apa yang telah dilakukan Butet Manurung dan kawan-kawan sudah semestinya mendapat apresiasi dari pemerintah dan mendukung kegiatannya. ”Wilayah Indonesia memang sangat besar dan kondisi masyarakatnya juga heterogen, dengan layanan pendidikan formal yang kita sediakan, dan didalamnya ada layanan pendidikan khusus, yaitu pendidikan formal yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Juga ada pendidikan non formal yang fleksibel sekalipun. Namun itupun belum bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, masih ada segmen-segmen tertentu, masyarakat di hutan-hutan, di pulau terpencil dan sebagainya yang belum bisa tersentuh,” ujar Bambang

Ditambahkan, Depdiknas akan mengevaluasi dan mencermati betul bagaimana program belajar Butet ini, untuk melakukan pelayanan yang terbaik kepada semua lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua dan sesuai dengan UUD bahwa hak warga negara mendapatkan pendidikan. "Jadi kita akan mencari model yang terbaik dan tidak semua model yang terbaik itu dari pemerintah. Kalau model Butet dkk terbukti lebih efektif, maka saya pun dengan pengarahan Presiden, tidak segan-segan untuk membakukan model tersebut dan untuk memberikan bantuan terhadap pelayanan pendidikan seperti itu," ujarnya.

Sementara itu Butet Manurung mengatakan, melalui undangan Juru Bicara Dino Patti Djalal, ia dan dan kawan-kawannya bertemu Presiden SBY. ”Awalnya kami bingung ini undangan apa? Tapi kami sangat senang mendapat undangan dan kesempatan itu, untuk bisa mendapat dukungan dari Presiden SBY. Kami sekarang berlima, yang lainnya sedang di lapangan di enam lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Butet.

Dalam pertemuan tadi, lanjut Butet, Presiden mengatakan model pendidikan yang sudah kami lakukan sebaiknya juga dilakukan di tempat-tempat lain, terus ada yang bisa dikolaborasikan dengan Depdiknas. "Kita berharap banyak lagi anak muda yang mau melakukan kegiatan voluntir seperti ini, di tempat-tempat yang cukup sulit,” ujar Butet. (win)