Berita Utama

Peresmian Rusunami Cengkareng

"Meski Krisis Global, Pemerintah Tetap Bantu Subsidi Perumahan Rakyat "

Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau tempat tinggal warga, usai peresmian Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di  Cengkareng, Jakarta Barat,  hari Kamis (4/12) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau tempat tinggal warga, usai peresmian Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di Cengkareng, Jakarta Barat, hari Kamis (4/12) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Ada lima prinsip dasar yang harus dipedomani dan dijalankan oleh pengembang dalam membangun rumah susun sederhana. Lima prinsip itu antara lain keterjangkauan, kelayakan huni, lingkungannya baik, dibantu oleh pemerintah serta kemitraan. Hal tersebut dikemukakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika meresmikan Tower A dan Tower B, serta penghunian pertama Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) bersubsidi Cluster City Park, Perum Perumnas Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (4/12) sore.

Prinsip pertama, Rusunami tersebut harus terjangkau bagi masyarakat kita. ”Kalau Rusunami atau Rusunawa itu diperuntukkan bagi golongan menengah ke bawah, maka skema pembayaran, termasuk subsidi yang diberikan oleh pemerintah, harus benar-benar dalam jangkauan mereka yang membelinya,” ujar SBY. Prinsip kedua, Rusunami harus layak huni. ”Jangan hanya mengejar keterjangkauan saja, tetapi tidak layak huni. Itu tentu bukan tujuan,” jelas SBY. Rusunami minimal memiliki fasilitas yang memadai, lingkungan yang sehat serta memiliki sarana-sarana lainnya.

Prinsip yang ketiga adalah membangun Rusunami di tempat yang memiliki lingkungan yang baik dan sehat. ”Membangun sebuah kompleks perumahan sederhana yang jauh dari mana-mana, tidak bisa diakses, tidak ada kemudahan satupun, tidak ada sarana listrik, air dan hal-hal yang berkaitan dengan itu, tentu tidak boleh terjadi,” kata SBY. Presiden SBY juga meminta kepada menteri-menteri terkait, Gubernur DKI Jakarta, dan Walikota untuk mencarikan solusi terhadap bau tidak sedap yang dicium SBY ketika berjalan menuju lokasi Rusunami.

Pemerintah juga memiliki kewajiban untuk membantu jalannya pembangunan Rusunami di Indonesia. ”Meskipun ada krisis keuangan global, pemerintah tetap akan mengalokasikan subsidi yang dapat membantu kehidupan rakyat kita, utamanya golongan menengah ke bawah, termasuk subsidi di bidang perumahan rakyat,” ujar SBY menjelaskan prinsip yang keempat. Sedangkan prinsip yang kelima, merupakan kemitraan antara jajaran pemerintah pusat dan daerah, perbankan dan dunia usaha. ”Ini harus sinergis, harus dalam suatu sinkronisasi dan koordinasi yang baik,” kata SBY.

Usai meresmikan Rusunami, Presiden SBY, didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono berkeliling meninjau Rusunami. Tampak hadir dalam peresmian Rusunami antara lain Menteri Negara BUMN Sofjan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi serta Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng. (mit)