Berita Utama

Diadakan di Istana Negara

Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) Tahun 2008 di Istana Negara, Jumat (5/12) pagi. Hipenca diperingati setiap tanggal 3 Desember, yang ditetapkan melalui resolusi Dewan PBB Nomor 47/3 tahun 1992. Tahun 2008 ini, Hipenca mengambil tema Convention on the Rights of Persons with Disabilities: Dignity and Justice for All of us. Sedangkan untuk tema nasional adalah Pemenuhan Hak dan Martabat serta Keadilan bagi Penyandang Cacat melalui Ratifikasi Konvensi Internasional Hak-hak Penyandang Cacat.

Ketua Umum Persatuan Penyandang Cacat Indonesia, Siswadi, melaporkan bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara yang merayakan peringatan Hipenca dengan Presidennya. “Setelah kami mengadakan observasi dan pengamatan di berbagai belahan dunia, sebagai warga bangsa kami sangat bangga disertai rasa syukur yang dalam karena Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang melaksanakan Hari Internasional Penyandang Cacat bersama-sama dengan Presiden,” kata Siswadi disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

“Acara bersama-sama dengan bapak Presiden ini bagi penyandang cacat memiliki hikmah dan makna yang sangat besar. Sejak acara ini dilaksanakan di Istana Negara sebanyak tiga kali, di lapangan secara bertahap telah mampu mengubah persepsi masyarakat dan para pimpinan pemerintah daerah untuk terwujudnya kesetaraan dan kesamaan kesempatan bagi penyandang cacat,” Siswadi menjelaskan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY yang didampingi Ibu Ani menyaksikan penyerahan penghargaan kepada empat perusahaan yang mempekerjakan penyandang cacat. Penghargaan diserahkan Menakertrans Erman Suparno kepada, antara lain, PT. Welling Jaya Sejati Gresik, Jawa Timur, dan PT. Indah Kiat Pulp and Paper, Siak Riau. Juga diserahkan penghargaan upaya peningkatan kesejahteraan sosial penyandang cacat oleh Menteri Sosial Bachtiar Chansyah. Penerima penghargaan antara lain, penyandang cacat tuna daksa Ismet Mahir, pengabdian pemberdayaan penyandang cacat Slamet Ananto Putro, serta Yayasan Pendidikan dan Latihan Anak Berkelainan di Bandung.

Firsa, penyandang cacat tuna netra yang juga salah satu pemenang kontes musik Mama Mia ikut memeriahkan acara pagi itu. Firsa menyanyikan lagu Hening karya Presiden SBY dengan suara merdunya yang lantang. Presiden SBY, Ibu Ani, dan para undangan yang hadir terpukau dengan penampilan Firsa tersebut. Hadir dalam acara itu antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendiknas Bambang Sudibyo, Mendag Mari E. Pangestu dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. (osa)