Berita Utama
Jumat, 5 Desember 2008, 14:00:10 WIB
Presiden SBY Akan Buka Bali Democracy Forum di Nusa Dua
Jubir Presiden, Dino Patti Djalal, memberi keterangan pers soal Bali Democracy Forum, di Kantor Presiden, Jumat (5/12) siang. (foto: rusman/presidensby.info)
BDF adalah forum yang cukup unik karena ini adalah forum antar pemerintah untuk memahami tentang demokrasi yang pertama di Asia. ”Sifatnya tidak eksklusif, jadi tidak hanya negara-negara yang menganggap dirinya demokratis saja yang ikut, tetapi lebih bersifat inklusif dan terbuka,” terang Dino.
Dari sekitar 34 negara yang diundang, lanjut Dino, 31 negara mengkonfirmasi hadir. ”Ada empat kepala negara yang juga sudah mengkonfirmasi hadir dan akan memberikan pidato. Selain Presiden SBY, ada juga Sultan Hasanah Bolkiah dari Brunei Darussalam, PM Kevin Rudd dari Australia, dan PM Xanana Gusmao dari Timor Leste yang akan hadir. Juga akan ada 23 menteri dan tokoh-tokoh terkemuka dari negara-negara Asia,” Dino menjelaskan.
Tema BDN ini adalah Building and Consolidating Democracy: A Strategic Agenda for Asia. “Penekanannya adalah pada Asia. Ini akan menjadi forum tahunan, jadi tidak hanya tahun ini saja. Pada setiap pertemuan tahunan antarmenteri-menteri itu akan ada working group level pada tingkat pejabat tinggi yang akan bertemu sekali dalam sebulan untuk membahas agenda-agenda dari BDF,” tambahnya.
Selain membuka BDF, di Bali Presiden SBY akan membuka Institute for Peace and Democracy yang dibentuk sehubungan dengan BDF. Instutut yang akan bermarkas di Universitas Udayana ini dimaksudkan untuk menunjang kegiatan-kegiatan dan program BDF. “Penekanannya lebih pada berbagi pengalaman dan praktik, bukan forum untuk menceramahi orang. Ini akan dibuka Presiden pada hari yang sama,” ujar Dino. Presiden SBY direncanakan juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan PM Kevin Rudd pada 10 Desember 2008. (osa)



