Berita Utama

Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal

Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla melaksanakan shalat Idul Adha 1429 H di Masjid Istiqlal, hari Senin (8/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla melaksanakan shalat Idul Adha 1429 H di Masjid Istiqlal, hari Senin (8/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, serta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, hari Senin (8/12) pagi melaksanakan shalat Idul Adha 1429 H di Masjid Istiqlal, bersama dengan 15.000 jamaah. Setibanya di Masjid Istiqlal, Presiden SBY dan Ibu Negara langsung melaksanakan shalat Tahiyyatul Masjid serta membaca Takbir dan Tahmid bersama.

Shalat Idul Adha yang diikuti oleh belasan ribu jamaah tersebut, dipimpin Imam Masjid Istiqlal, Syarifuddin Muhammad. Tampak hadir melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Menhub Jusman Sjafii Djamal, Menteri PU Djoko Kirmanto dan Seskab Sudi Silalahi.

Dalam khutbahnya, Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh mengungkapkan pentingnya menumbuhkan budaya keteladanan. Hidup ini bisa diibaratkan seperti sekolah, di dalamnya ada proses belajar-mengajar, demikian juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. "Ada anak bangsa dan guru bangsa yaitu para pemimpin, baik formal maupun informal. Guru bangsa tidak hanya mengajarkan tentang bagaimana menghadapi, menyelesaikan masalah, persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk di dalamnya tata krama dalam berinteraksi antar guru bangsa. Tetapi, para guru bangsa juga harus memberikan contoh nyatal," jelasnya.

Memberikan contoh nyata luar biasa beratnya, apalagi kalau berhimpitan dengan kepentingan diri, dan ada kekuasaan untuk memenuhi kepentingan diri tersebut. Kemampuan untuk memilah dan memilih antara kepentingan diri dan kepentingan bangsa itulah beratnya memberikan contoh dan keteladanan. Hanya orang-orang yang memiliki komitmen, integritas kepribadian dan pikiran serta jiwa yang tercerahkan yang dapat memberikan kecontoh-teladanan. M. Nuh menyatakan, bahwa dalam membangun budaya kecontoh-teladanan, diperlukan beberapa hal, diantaranya adalah menumbuhkan budaya kecontoh-teladanan, membangun budaya istiqomah, budaya pengorbanan serta menumbuhkan budaya konstruktif apresiatif.

Usai melaksanakan shalat dan mendengarkan khutbah, Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, masing-masing didampingi oleh Ibu Negara dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, berjalan menuju tempat penyerahan kurban menemui Ketua BPPMI selaku Penasehat Panitia Qurban Istiqlal, H. Mubarok.

Dengan mengucapkan Basmallah, Presiden SBY menyerahkan hewan qurban kepada panitia. "Dengan ini saya serahkan hewan qurban kami, berupa seekor sapi kepada jamaah Masjid Istiqlal sebagai ibadah qurban keluarga kami, untuk disembelih dan dibagikan dagingnya kepada yang berhak. Semoga Allah menerima ibadah ini," kata SBY. Pada hari Raya Kurban tahun ini panitia masjid Istiqlal mendapatkan sumbangan kambing sebanyak 218 ekor, serta 15 ekor sapi.(mit)