Berita Utama

Disepakati, Bantuan Berupa Stand By Loan Sebesar 1 Milyar Dolar Australia

Presiden SBY  dengan PM Australia Kevin Rudd, memberi keterangan pers usai pertemuan bilateral hari Rabu (10/12)  pagi di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali. (foto: haryanto/presidensby.info).
Presiden SBY dengan PM Australia Kevin Rudd, memberi keterangan pers usai pertemuan bilateral hari Rabu (10/12) pagi di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali. (foto: haryanto/presidensby.info).
Nusa Dua, Bali : Pemerintah Australia sepakat untuk memberikan bantuan keuangan bagi Indonesia yang berupa stand by loan sebesar 1 milliar Dolar Australia. Bantuan keuangan tersebut dapat digunakan jika sewaktu-waktu kondisi keuangan Indonesia memerlukan bantuan agar dapat bertahan dari dampak krisis keuangan global. Kesepakatan ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd kepada Preside Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan bilateral yang dilaksanakan di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali pada hari Rabu (10/12) siang.

Pemerintah Indonesia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesediaan Australia untuk mempersiapkan bantuan keuangan tersebut jika sewaktu-waktu Indonesia memerlukan dalam rangka menghadapi dampak krisis global. "Kesepakatan ini bukan saja hanya dilakukan oleh Indonesia, tetapi hampir sebagian besar negara-negara berkembang khususnya yang ada di kawasan Asia, juga melakukan tindakan serupa. Bagi Indonesia, keputusan tersebut guna menghindari format penyelamatan keuangan negara seperti yang dilakukan 10 tahun lalu, saat menghadapi krisis keuangan, yang dinilai gagal," kata Presiden SBY.

"Pemerintah telah memutuskan untuk tidak menggunakan format yang sama seperti pada krisis sebelumnya pada tahun 1998, yakni bekerja sama dengan IMF," kata Presiden SBY. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk menerapkan format penyelamatan yang berbeda, yakni menjalin kerjasama dengan Bank Dunia, pemerintah Jepang, IDB, dan sejumlah negara-negara Eropa lainnya, jelas SBY. (mit)