Berita Utama
Rabu, 10 Desember 2008, 14:35:25 WIB
Presiden: Bali Democracy Forum Akan Dilaksanakan Setiap Tahun
Presiden SBY beramah tamah dengan PM Timor Leste, Xanana Gusmao, PM Australia Kevin Rudd, dan Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, usai pembukaan Bali Democracy Forum, di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, hari Rabu (10/12) pagi. (foto: abro
Bali Democracy Forum, menurut SBY, adalah forum dialog dimana negara-negara pesertanya dapat saling berbagi pengalaman dan pandangan mengenai perkembangan demokrasi. "Di dalam forum ini, semua peserta memiliki posisi yang sama, tidak ada satu pihak pun yang mendiktekan model demokrasinya atau sistem politiknya atau kegiatan pemerintahannya kepada bangsa lain," kata Presiden menjelaskan.
Untuk mendukung Bali Democracy Forum, dibentuklah institusi yang akan mendukung proses perkembangan perdamaian dan demokrasi di Universitas Udayana, Bali. Institusi tersebut dinamakan Institute for Peace and Democracy, yang akan segera diresmikan. "Institusi ini akan menjadi pusat implementasi dari Bali Democracy Forum dan kegiatan akademik lainnya yang akan berguna bagi proses dialog berkelanjutan dari proses demokrasi yang dihadiri oleh pemerintah negara-negara di Asia," ujar SBY.
Menurut Presiden SBY, kita harus benar-benar memahami seluk beluk demokrasi. "Demokrasi adalah proses yang terus bergerak, suatu agenda yang akan mencari bentuknya. Meskipun ada universal values, tetapi ada nilai-nilai sejarah dan budaya lokal, sehingga mewarnai sosok demokrasi daerah tertentu, " papar SBY.
Yang penting, lanjut SBY, adalah mencari keseimbangan dan keselarasan. "Karea begitu banyak sekali perdebatan atau wacana tentang idividual freedom dan security. Mana yang dipentingkan, apakah ,i>democracy and harmony atau democracy and prosperity
Usai memberikan konferensi pers, Presiden SBY didampingi Ibu Negara langsung menuju Universitas Udayana, Jimbaran, untuk meresmikan Institute for Peace and Democracy. (mit)



