Berita Utama

Diresmikan Presiden, Institute for Peace and Democracy

Presiden SBY menyampaikan sambutan saat meresmikan Institute for Peace and Democracy,  di Universitas Udayana,  Bali, hari Rabu (10/12) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan saat meresmikan Institute for Peace and Democracy, di Universitas Udayana, Bali, hari Rabu (10/12) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jimbaran, Bali : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (10/12) siang meresmikan Institute for Peace and Democracy, yang terletak di Universitas Udayana, Jimbaran, Provinsi Bali. Institut ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Udayana dan Departemen Luar Negeri RI untuk menindaklanjuti hasil-hasil dari Bali Democracy Forum yang dilaksanakan di Nusa Dua, dari tanggal 10 - 11 Desember 2008.

Dalam rombongan Kepresidenan tampak antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menlu Hassan Wirajuda, Menkominfo M. Nuh, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana serta dua Jubir Presiden, Andi A.Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Institut ini merupakan wadah untuk melaksanakan ide dan gagasan yang timbul dalam Bali Democracy Forum dalam bentuk penyelenggaraan pertemuan, dialog, seminar, workshop, publikasi dalam bidang perdamaian dan demokrasi. "Sekretariat institut ini berada di Universitas Udayana, untuk sementara berada di Gedung Rektorat lantai dua. Untuk selanjutnya, bersama dengan Deplu akan dibangun gedung yang lebih representatif," ujar Rektor Universitas Udayana, I Made Bakta. Kata I Made Bakta, yang menjadi pembina institut ini antara lain Presiden SBY, Menlu Hassan Wirajuda serta Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Presiden SBY berharap, institut ini dapat menyumbangka banyak hal di bidang perdamaian dan demokrasi di Asia pada khususnya, dan dunia pada umumnya. "Institut ini diharapkan dapat menjadi implementing agency dari Bali Democracy Forum," kata SBY.

Presiden SBY kemudian menekan tombol sirine dan menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian institut tersebut. Dengan adanya institut semacam ini di Bali, diharapkan juga Bali tak hanya menjadi The Island of Paradise, tetapi juga The Island of Peace and Democracy. (mit)