Berita Utama
Rabu, 10 Desember 2008, 15:00:14 WIB
Diresmikan Presiden, Institute for Peace and Democracy
Presiden SBY menyampaikan sambutan saat meresmikan Institute for Peace and Democracy, di Universitas Udayana, Bali, hari Rabu (10/12) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Dalam rombongan Kepresidenan tampak antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menlu Hassan Wirajuda, Menkominfo M. Nuh, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana serta dua Jubir Presiden, Andi A.Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.
Institut ini merupakan wadah untuk melaksanakan ide dan gagasan yang timbul dalam Bali Democracy Forum dalam bentuk penyelenggaraan pertemuan, dialog, seminar, workshop, publikasi dalam bidang perdamaian dan demokrasi. "Sekretariat institut ini berada di Universitas Udayana, untuk sementara berada di Gedung Rektorat lantai dua. Untuk selanjutnya, bersama dengan Deplu akan dibangun gedung yang lebih representatif," ujar Rektor Universitas Udayana, I Made Bakta. Kata I Made Bakta, yang menjadi pembina institut ini antara lain Presiden SBY, Menlu Hassan Wirajuda serta Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.
Presiden SBY berharap, institut ini dapat menyumbangka banyak hal di bidang perdamaian dan demokrasi di Asia pada khususnya, dan dunia pada umumnya. "Institut ini diharapkan dapat menjadi implementing agency dari Bali Democracy Forum," kata SBY.
Presiden SBY kemudian menekan tombol sirine dan menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian institut tersebut. Dengan adanya institut semacam ini di Bali, diharapkan juga Bali tak hanya menjadi The Island of Paradise, tetapi juga The Island of Peace and Democracy. (mit)



