Berita Utama
Jumat, 12 Desember 2008, 13:09:31 WIB
Ratas Bahas Latgab TNI dan Polri
Belajar dari Kasus Mumbai dan Thailand
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (12/12) siang, memimpin rapat terbatas membahas rencana persiapan Latihan Gabungan (Latgab) Kesiagaan TNI dan Polri, di Kantor Presiden, Jakarta. Latihan kesiagaan ini rencananya akan dilaksanakan pada 18 hingga 24 Desember 2008.Dalam keterangan persnya, usai mengikuti ratas, Menko Polhukam Widodo AS mengatakan Latgab ini sebagai upaya untuk terus-menerus menciptakan stabilitas keamanan serta guna mendukung dua program pemerintah. ”Pertama mengatasi dampak dari krisis keuangan global dan kedua persiapan rangkaian penyelenggaraan pemilu tahun 2009,” ujar Widodo AS.
Selain itu, lanjut Widodo AS, Latgab ini juga untuk melihat realitas potensi ancaman yang nyata, yang mungkin bisa dihadapi dalam banyak bentuk. "Kita juga belajar dari apa yang terjadi Mumbai, India, dan pendudukan bandara oleh demonstran di Thailand. Dari itu semua TNI dan Polri secara bersama-sama mendesain latihan kesiapsiagaan ini,” Widodo menjelaskan.
Dengan Latgab ini diharapkan ada rasa aman dari rakyat, rasa aman bagi orang asing, mencegah atau menangkal dari niat-niat ancaman dan sebagainya. ”Bagi TNI dan Polri sendiri, ini merupakan bagian dari upaya pembinaan memelihara dan meningkatkan profesionalitas,” ujar Widodo.
Hadir mengikuti ratas ini, antara lain, Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, Seskab Sudi Silalahi, Menlu Hassan Wirajuda, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, dan Kepala BIN Syamsir Siregar. (win)



