Berita Utama
Senin, 15 Desember 2008, 10:45:06 WIB
Presiden SBY Resmikan Piagam ASEAN
Piagam ASEAN Percepat Integrasi Regional
Presiden SBY foto bersama para pimpinan delegasi pada Peresmian Piagam ASEAN, di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Senin (15/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Acara dimulai dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan, selama kurang lebih 1 menit, untuk mengenang almarhum Ali Alatas. Dilanjutkan dengan sambutan Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan dan Menteri Informasi dan Teknologi Komunikasi Thailand, Mun Patanotai. Menurut Surin Pitsuwan, peresmian ASEAN Charter ini sebenarnya akan diluncurkan dalam KTT ASEAN ke-15 yang dilaksanakan di Chiang Mai, Thailand, namun akhirnya dilaksanakan di Jakarta, karena pelaksanaan KTT ASEAN di Thailand diundur
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan bahwa Piagam ASEAN ini dapat dijadikan fondasi untuk mempercepat dan memperkuat integrasi regional. "Kita dapat mentransformasi ASEAN, dari sebuah asosiasi menjadi organisasi ASEAN yang bekerja di bidang kerja sama ekonomi, kerjasama pertahanan dan keamanan serta kerjasama di bidang sosial budaya," kata Presiden SBY.
Presiden SBY yakin dengan adanya piagam ini, negara-negara di ASEAN dapat meningkatkan kerja samanya di berbagai bidang. "Piagam ASEAN memberikan dasar hukum yang kuat untuk pembangunan kita bersama. Di dalam ASEAN Charter yang diresmikan hari ini, disebutkan juga bahwa ASEAN akan selalu memelihara dan meningkatkan perdamaian, keamanan dan kestabilan regional, pembangunan integrasi ekonomi, mempertahankan terus prinsip saling tidak mengintervensi, menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, keutuhan wilayah dan keunikan bangsa setiap anggota dan menyelesaikan segala bentrokan secara damai," kata Presiden.
Tampak hadir dalam acara peresmian Piagam ASEAN ini antara lain, Mohamed Bolkiah (Minister of Foreign Affairs and Trade , Brunei Darussalam), Kao Kim Houm (Secretary of State Minister of Foreign Affairs, Kamboja), Bounkeut Sangsomsak (Deputy Minister of Foreign Affairs, Lao PDR), Rais Yatim (Minister of Foreign Affairs, Malaysia), U Nyan Win (Minister for Foreign Affairs, Myanmar), Alberto G. Romulo (Secretary of Foreign Affairs, Filipina), George Yeo (Minister for Foreign Affairs, Singapura), Mun Patanotai (Minister of Information and Communication Technology, Thailand), Pam Gia Khiem (Deputy Prime Minister/ Minister of Foreign Affairs, Vietnam). Sementara Presiden SBY didampingi Menko Polhukkam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Presiden, Dino Patti Djalal. (mit)



