Berita Utama
Senin, 22 Desember 2008, 12:22:48 WIB
Peringatan Hari Ibu
Presiden Canangkan Tahun Indonesia Kreatif 2009
Presiden SBY mencanangkan Tahun Indonesia Kreatif 2009 pada peringatan Hari Ibu ke-80 di Plennary Hall, JCC, Senin (22/12) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Ketua Umum PHI ke-80, Nila F. Moeloek melaporkan bahwa peringatan Hari Ibu kali ini dilaksanakan bersamaan dengan Pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2009 karena didasarkan pada kenyataan kaum perempuan Indonesia yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari warga negara dan sebagai pejuang bangsa dalam membangun bangsa secara menyeluruh sesuai dengan kodrat dan kemampuannya.
"Kami menyadari bahwa bangsa Indonesia masih harus terus berjuang untuk mencapai kesejahteraan yang merata," kata Nila. "Tema yang ditetapkan untuk PHI ke-80 adalah 'Dengan satu abad kebangkitan nasional, kita tingkatkan kiprah Perempuan Indonesia dalam membangun karakter dan pekerti bangsa menuju Indonesia yang adil, demokratis, aman, dan sejahtera, terang Nila.
Sementara Meneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta Swasono dalam sambutannya mengatakan "Melalui tema yang dipilih kami mengajak semua pihak untuk terus membangkitkan kesadaran berbangsa dan bernegara, meningkatkan peran dan kiprah perempuan Indonesia bersama-sama dengan mitra sejajarnya kaum laki-laki guna membangun karakter dan pekerti bangsa untuk menuju Indonesia yang adil, demokratis dan sejahtera," jelas Meuthia.
Berkaitan dengan pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2009, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kreatif. Kreatifitas SDM perlu dibentuk sejak dini, dimulai dari pendidikan di dalam lingkungan keluarga, dimana peran ibu sangat menentukan dalam mendidik putra putrinya. "Dengan demikian jelas terlihat bahwa didikan seorang ibu sangat berperan dalam membentuk insan kreatif bagi bangsa Indonesia yang akan menentukan perkembangan ekonomi kreatif," ujar Mari.
"Di samping itu, sikap cinta produk dalam negeri ditumbuhkan dalam keluarga melalui pilihan-pilihan konsumsi yang sebagian besar ditentukan oleh para ibu. Oleh karena itu perlu ditekankan bagi kaum ibu untuk mengajarkan anak-anak mereka agar gemar menggunakan produk dalam negeri, mulai dari makanan, pakaian dan keperluan lainnya," seru Mari.
Presiden SBY dalam kesempatan tersebut menyerahkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya kepada 15 orang Kepala Daerah yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam kebijakan yang mendukung kesejahteraan gender. Penghargaan diberikan antara lain, Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Gubernur Sumut Syamsul Arifin, Bupati Brebes Indra Kusuma, dan Bupati Badung Anak Agung Gede Agung. Presiden SBY juga menyaksikan penandatanganan peraturan bersama "Peningkatan Pemberian ASI Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja" yang ditandatangani Meneg Pemberdayaan Perempuan, Menteri Kesehatan dan Menakertrans.
Lebih kurang 3500 undangan yang didominasi kaum perempuan diajak untuk menikmati tayangan film Kabayan 3 dimensi yang merupakan salah satu produk ekonomi kreatif, persembahan tarian nusantara dan persembahan lagu-lagu nusantara. Hadir dalam acara tersebut antara lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menko Polhukkam Widodo A.S, Mensesneg Hatta Rajasa, Menbudpar Jero Wacik, dan Menhub Jusman Syafii Jamal. (osa)



