Berita Utama

Presiden pada Peringatan Hari Ibu

"Jangan Panik, Masa Sulit Akan Bisa Kita Lampaui"

Presiden SBY menyerahkan penghargaan pada peringatan Hari Ibu ke-80 di Plennary Hall, JCC, Senin (22/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menyerahkan penghargaan pada peringatan Hari Ibu ke-80 di Plennary Hall, JCC, Senin (22/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Kepada kaum perempuan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak dan berpesan untuk jangan panik dalam menghadapi krisis dunia yang berdampak pada perekonomian Indonesia, dan dalam menghadapi persoalan di negeri sendiri akibat krisis 10 tahun yang lalu. "Kita tidak boleh panik. Kita harus yakin diri, semua itu bisa kita atasi dan masa sulit bisa kita lampaui. Kedepan justru kita lebih bersatu, melangkah bersama, bekerja lebih keras bersama-sama," seru SBY dalam pidatonya pada peringatan puncak Hari Ibu ke-80 di Plennary Hall, Jakarta Convention Centre, Senin (22/12) pagi.

"Berkontribusilah, berikan sumbangan kepada negara, pemerintah, dan rakyat apa saja yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian kita dan memeliharan momentum pertumbuhan perekonomian," ajak SBY. Presiden SBY menjelaskan empat krisis yang sekarang sedang dihadapi masyarakat sedunia yang juga berdampak kepada Indonesia. "Krisis tersebut adalah krisis lingkungan, energi, pangan dan krisis keuangan global," SBY menjelaskan. Dalam kaitan tersebut, sekali lagi Presiden SBY mendukung gerakan kaum perempuan untuk diversifikasi pangan, penghematan energi, ekonomi kreatif, dan gerakan tanam serta pelihara pohon.

"Alhamdulillah pemerintah, negara, kita semua saat ini dapat meminimalkan dampak dari krisis global dan dapat mengelola permasalahan ini. Tapi ingat, krisis belum usai, badai belum berlalu. Oleh karena itu jangan lengah, jangan lalai karena kita masih harus bekerja dengan gigih," pesannya.

Pemerintah pusat dan daerah akan tetap berdiri di depan untuk bersama-sama komponen bangsa mengatasi masalah ini. "Maka saya sungguh ingin gerakan nasional untuk mensukseskan tahun 2009 sebagai tahun Indonesia Kreatif bisa berhasil dengan baik. Ekonomi kreatif adalah keunggulan Indonesia. Jangan disia-siakan karena kita unggul pada tingkat dunia terutama ekonomi yang menggunakan nilai budaya warisan dan nilai-nilai lokal. Ini merupakan sumber ekonomi baru disamping pertanian, perindustrian dan jasa. Mari kita kembangkan," kata SBY.

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menko Polhukkam Widodo A.S., Mensesneg Hatta Rajasa, Menbudpar Jero Wacik, Menneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, Mendag Mari E. Pangestu dan Menkes Siti Fadilah Supari. (osa)