Berita Utama
Selasa, 23 Desember 2008, 10:30:03 WIB
Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
"Tingkatkan Komitmen untuk Peduli Nasib Sesama dan Bangsa"
Presiden SBY menyerahkan Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni kepada perwakialan masyarakat, pada peringatan HKSN di Monas, Jakarta, Selasa (23/12) pagi. (foto:anung/presidensby.info)
Tampak hadir mendampingi Presiden SBY antara lain Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menpora Adhyaksa Dault, Seskab Sudi Silalahi, Mensesneg Hatta Rajasa dan Juru Bicara Presiden Andi A. Mallarangeng.
Ketua Umum Panitia HKSN 2008, Bambang W. Soeharto melaporkan, pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan nasional ini tidak cukup hanya dilakukan melalui iklan-iklan di media massa, tetapi harus diimplementasikan sebagai karya-karya nyata yang berguna bagi masyarakat, katanya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian KUR (Kredit Usaha Rakyat). Penyerahan KUR secara simbolis diberikan oleh Dirut BRI senilai Rp 8.840 milyar untuk 1.561.303 debitur, Dirut BNI menyerahkan KUR senilai Rp 1.164,18 milyar untuk 8.978, Dirut Bank Mandiri senilai Rp 1.130 milyar untuk 3.974, Dirut Bank Bukopin senilai Rp 623,53 milyar untuk 2.945 debitur, Dirut Bank Syariah Mandiri senilai Rp 331,73 milyar untuk 5.956 debitur, dan Dirut Bank BTN senilai Rp 160,33 milyar untuk 999 debitur.
Gubernur DKI Fauzi Bowo kemudian menyerahkan Bendera Kesetiakawanan Sosial Nasional kepada Menteri Sosial yang selanjutnya menyerahkan kepada Gubernur Sumatera Barat, selaku Tuan Rumah Penyelenggara Puncak HKSN Tahun 2009. Mensos kemudian menyerahkan penghargaan secara simbolis masing-masing kepada Kusnadi dari Karang Taruna Pondok Rangon, Maria Mediatrix Mali dari Yayasan Sosial Pembangunan Masyarakat (YASPEM), dan Robingun, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kabupaten Sleman, DIY.
Berdasarkan ketetapan Presiden RI No. 054 dan 056 mengenai Tanda-Tanda Kehormatan RI, Presiden SBY kemudian menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada 2 orang perwakilan penerima yaitu, Bambang W. Soeharto dari Provinsi DKI Jakarta dan Anna Anggarini dari Provinsi Jawa Barat. Presiden juga menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun kepada Maman Supriatman (Pembina Utama Madya/Inspektur Jenderal, Departemen Sosial), Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun kepada Sri Wuryaningsih (Penata Tk. I/Kasubag Kerjasama Regional dan Internasional, Biro Perencanaan, Departemen Sosial), dan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun kepada Victorious (Penata Tk. I/Kasi Pengelolaan TMPN dan MPN, Dit. K2KS, Ditjen Dayasos, Departemen Sosial).
Usai memberikan penghargaan, Presiden kemudian memberikan Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni senilai Rp 48,56 milyar untuk 4.856 unit rumah seluruh Indonesia masing-masing sebesar Rp 10 juta/unit kepada 5 orang perwakilan warga miskin di Wilayah DKI Jakarta. Juga diserahkan bantuan untuk 19 Panti, bantuan sarana mobilitas penanggulangan bencana berupa Mobil Rescue, mobil dapur umum, mobil tangki air dan truk angkutan barang.
Dalam sambutannya, SBY berpesan agar seluruh masyarakat dapat selalu meningkatkan komitmen untuk keluar dari kesulitan, komitmen setiap satuan komunitas dan masyarakat untuk menolong sesama di dalam lingkungannya, komitmen setiap orang untuk peduli nasibnya, nasib sesama dan nasib bangsanya. “Komponen yang sangat potensial, mewujudkan komitmen kuat pada setiap masyarakat lokal, masyarakat warga dalam bentuk kepedulian-kepedulian, toleransi, tenggang rasa, pengendalian diri,” lanjutnya. Usai memberi sambutan, SBY menekan tombol sirene dan menulis pesan pada prasasti sebagai tanda Peringatan 50 Tahun Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, serta penandatanganan prasasti sebagai tanda Peresmian Menara Pemuda Indonesia.
Di akhir acara, seluruh tamu undangan dihibur dengan persembahan Atraksi Marawis oleh Etnika Betawi, Penampilan Marching Band Buldoser, Atraksi dan Simulasi Korps Taruna Siaga Bencana (TAGANA, serta mendengarkan Medley Lagu Hymne KSN dan ’Merah Putih’ oleh 3 Diva, Kris Dayanti, Titi DJ dan Ruth Sahanaya. (mit)



