Berita Utama
Selasa, 23 Desember 2008, 11:08:57 WIB
Presiden: Mari Peduli Terhadap Sesama, Jangan Egois
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, di Monas, Jakarta, Selasa (23/12) pagi. (foto:abror/presidensby.info)
Kesetiakawanan sosial adalah nilai, sikap dan perilaku masyarakat yang dilandasi pengertian, kesadaran dan tanggung jawab untuk mengatasi dan menanggulangi berbagai masalah sosial, sesuai dengan kemampuan masing-masing dengan semangat kebersamaan, kegotong royongan, kekeluargaan dan kerelaan berkorban tanpa pamrih. “Mari tingkatkan terus sikap tenggang rasa, saling memberi dan menerima, saling berbagi dan menyayangi serta semangat gotong royong,” kata SBY. Semua perilaku itu, tambahnya, adalah nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yang merupakan cerminan budaya Indonesia yang mulia. “Harus terus dipertahankan, jangan sampai nilai-nilai baik itu sirna, tergerus oleh arus modernisasi,” kata Presiden.
Indonesia bisa menjadi negara yang maju dan sejahtera, tanpa harus kehilangan nilai-nilai luhur dan peradaban mulia. Oleh karena itu, Presiden SBY menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat perilaku dan kesetiakawanan sosial. “Didik putra-putri sejak dini untuk memiliki jiwa peduli sesama dan setia kawan yang kuat,” papar Presiden.
Peringatan HKSN 2008 ini merupakan momentum yang patut diperhatikan dan menjadi bagian dari sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat dan berbangsa. “Semoga melalui peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ini, kita kembali merenungkan apa yang kita perbuat bagi masyarakat yang membutuhkan dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam acara ini akan diserahkan bantuan pemberdayaan kepada masyarakat yang membutuhkan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI, BUKOPIN dan Mandiri Syariah, bantuan untuk 19 buah Panti, Bantuan Sarana mobilitas penanggulangan bencana berupa Mobil Rescue, mobil dapur umum, mobil tangki air dan truk angkutan barang serta bantuan 1.200 unit Rumah Tinggal Layak Huni sebanyak 1.000 rumah di 5 Wilayah DKI Jakarta dan 200 rumah di Wilayah sejabotabek dan Rehabilitsi Sarana Lingkungan di 60 Kelurahan di Wilayah DKI Jakarta. (mit)



