Berita Utama

Tinjau Kesiapan World Ocean Conference

Presiden SBY dan Ibu Negara beserta rombongan tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulut, Kamis (25/12) siang, disambut Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Negara beserta rombongan tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulut, Kamis (25/12) siang, disambut Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Manado: Setibanya di Manado, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu hari Kamis (25/12) siang langsung menuju Grand Kawanua Novotel Convention Center dan Hotel Novotel Manado Golf & Resort untuk meninjau kesiapan pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 2009 yang akan digelar pada tanggal 11 - 15 Mei 2009. Kegiatan ini akan dihadiri oleh perwakilan dari 121 negara di dunia.

Saat ini, pembangunan convention center sudah mencapai 91 persen, dan diperkirakan akan selesai pada akhir Januari 2009. Sedangkan hotelnya sendiri, sudah mencapai 50 persen, dan diperkirakan akan selesai pada akhir Maret 2009. Presiden SBY berpesan bahwa WOC 2009 harus sukses. "Salah satu kunci sukses adalah kesiapan dari prasarana dan sarana yang ada di tempat ini," kata SBY. Karena itu Presiden SBY mengharapkan adanya akselerasi dari pembangunan sarana dari tempat ini. "Meskipun waktunya mepet, tapi bisa kita kerjakan apabila memang semua yakin bisa dilakukan," lanjutnya.

Selain itu, Presiden SBY juga berpesan untuk memberikan penghijauan yang cukup pada daerah convention center ini. "Jangan semuanya pohon-pohon kecil. Jangan sampai terlihat kering kerontang. Bikin supaya tampak hijau dan indah," kata SBY. SBY juga mengingatkan lagi untuk lebih memperhatikan keamanan pekerja di daerah pembangunan.

Tampak hadir dalam rombongan Kepresidenan antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Seskab Sudi SIlalahi, Menlu Hassan Wirajuda, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Agama Maftuh Basyuni serta dua Juru Bicara Kepresidenan Andi A. Mallarangeng dan DIno Patti Djalal. (mit)