Berita Utama

Natal Bersama Masyarakat Sulawesi Utara

Presiden SBY menyampaikan sambutan pada perayaan Hari Natal Bersama Masyarakat Sulut, di Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Kamis (25/12) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada perayaan Hari Natal Bersama Masyarakat Sulut, di Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Kamis (25/12) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Manado: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono, menghadiri acara Perayaan Hari Raya Natal Bersama Masyarakat Sulawesi Utara 2008, Kamis (25/12) petang di Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Sulawesi Utara. Perayaan Natal yang bertemakan Dengan Semangat Natal Yesus Kristus, Kita Perkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut, dihadiri oleh ratusan umat Kristiani se-Sulawesi Utara.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Seskab Sudi Silalahi, Menteri PU Djoko Kirmanto serta dua Juru Bicara Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Acara tersebut dimulai dengan prosesi penyalaan lilin Natal oleh 6 pendeta, dilanjutkan dengan Doa Pembukaan oleh Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM, Pendeta Teddy Batasina, dan Narasi Natal oleh Mgr. Joseph Suwatan. Seluruh tamu undangan dihibur oleh paduan suara dari Manado yang membawakan lagu-lagu Natal seperti "Gloria" , serta lagu-lagu Islami yang dibawakan oleh grup musik Qasidah.

Menurut Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, bahwa perayaan Natal ini, bukan hanya sebagai momentum ceremony-religius yang dilaksanakan setiap tahun. "Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah menjadi momentum sosial untuk memperkuat kerukunan dan persaudaraan, melalui terbangunnya kehidupan yang saling mengasihi, saling memaafkan, sebagai bagian dari komunitas bangsa yang berbudaya. Karena itu, Natal menjadi wahana bagi terwujudnya kehidupan yang damai di bumi, yaitu damai dengan Allah, damai dengan sesama, damai dengan diri sendiri dan damai dengan lingkungan," jelasnya.

Presiden SBY berharap seluruh umat beragama untuk selalu menjaga persatuan dan nilai-nilai dalam peradaban bangsa yang luhur. "Pancarkan nilai-nilai kedamaian, kerukunan, kasih sayang, toleransi, optimisme, persaudaraan dan keyakinan akan masa depan yang lebih baik. Semua ini merupakan nilai dan prisip utama dalam peradaban bangsa yang luhur. Kita harus perkokoh dan bangun peradaban bangsa ini," kata SBY. Peradaban semacam ini, akan menghantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, bermartabat dan sejahtera di abad ke 21.

Usai mengikuti seluruh rangkaian acara, Presiden SBY, Ibu Negara beserta seluruh rombongan dan umat Kristiani yang hadir, bersantap malam bersama. (mit)