Berita Utama
Kamis, 25 Desember 2008, 21:49:51 WIB
Undur Tsunami Drill Untuk Hormati Umat Kristiani
Manado: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk melakukan Tsunami Drill pada pagi hari tanggal 27 Desember 2008. "Untuk menghormati segenap umat Kristiani, agar dikedua hari suci, yaitu tanggal 25 dan 26 Desember, dapat merayakan dan beribadah secara khidmat," kata SBY menjelaskan.Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk melakukan Tsunami Drill pada pagi hari tanggal 27 Desember 2008. "Untuk menghormati segenap umat Kristiani, agar dikedua hari suci, yaitu tanggal 25 dan 26 Desember, dapat merayakan dan beribadah secara khidmat," kata SBY.
Presiden SBY berharap, Tsunami Drill kali ini, dapat dilaksanakan secara sungguh-sungguh dengan dukungan segenap masyarakat Sulawesi Utara. "Karena drill ini untuk kepentingan masyarakat dan segenap jajaran pemerintah daerah," papar SBY dalam sambutannya di acara Perayaan Hari Raya Natal Bersama Masyarakat Sulawesi Utara 2008 pada hari Kamis (25/12) petang yang diselenggarakan di Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Sulawesi Utara.
"Kita harus siap siaga untuk memiliki sistem dan teknologi agar dapat melakukan deteksi dini dan meminimalkan dampak bencana, serta harus memiliki kemampuan agar dapat bertindak cepat dan tepat agar kita selamat," kata SBY menjelaskan kegunaan tsunami drill.
Sejak Aceh dihantam Tsunami, pemerintah Indonesia selalu menyelenggarakan latihan untuk menghadapi datangnya bencana Tsunami (Tsunami Drill) setiap tanggal 26 Desember di beberapa daerah di Indonesia yang rawan terkena tsunami, tapi karena untuk menghormati itulah pelaksaannya diundur. (mit)



