Berita Utama

Tsunami Drill Dilakukan untuk Berjaga-jaga Bila Datang Bencana

Manado: Sebelum bertolak kembali menuju Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Jumat (26/12) pagi di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Sulut, menerima pemaparan mengenai Tsunami Drill oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, serta Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang.

Tsunami Drill tersebut, semula dijadwalkan untuk dilaksanakan pada tanggal 26 Desember, namun karena masih bertepatan dengan hari kedua peringatan Natal, maka Presiden memutuskan untuk mengundur pelaksanaan Tsunami Drill pada tanggal 27 Desember 2008. Tsunami Drill dilaksanakan untuk memelihara kesiapan masyarakat dalam menanggulangi bencana tsunami.


Dijelaskan oleh Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng, bahwa di dalam pemaparan tersebut dibahas mengenai persiapan-persiapan yang dilakukan pemerintah Sulawesi Utara dalam rangka mengantisipasi bencana tsunami yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya. "Tsunami Drill kita lakukan untuk berjaga-jaga apabila datang bencana yang tidak bisa kita hindarkan. Kita harus belajar untuk meminimalkan resiko bencana agar korban tidak berjatuhan," jelas Andi usai mendampingi Presiden dalam pemaparan.

Di dalam pemaparan tersebut, kata Andi, Presiden SBY berpesan agar latihan dapat dijalankan dengan baik, serta pelatihan diharapkan melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk anak-anak sekolah agar mereka mengerti apa yang harus dilakukan apabila terjadi bencana tsunami.

Tampak hadir dalam pemaparan antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Polhukkam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Seskab Sudi Silalahi serta dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Sebelum meninggalkan lokasi pemaparan, Presiden SBY meresmikan pembangunan hotel-hotel yang akan digunakan untuk World Ocean Conference pada tahun 2009 nanti.

Usai menerima pemaparan, Presiden SBY, didampingi oleh Ibu Negara beserta seluruh rombongan Kepresidenan, bertolak menuju Jakarta dengan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-500 melalui Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi. Presiden SBY beserta seluruh rombongan dilepas oleh Gubernur Sulawesi Selatan beserta seluruh anggota Muspida setempat.