Berita Utama
Sabtu, 27 Desember 2008, 20:45:54 WIB
Presiden: Dengan Natal Kita Harus Lebih Optimis
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional 2008, di Plenary Hall, JCC, Sabtu (27/12) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
"Perayaan Natal kali ini diselenggarakan di tengah krisis keuangan global. Ini adalah ujian berat bagi perekonomian dunia. Dalam menyikapi krisis global itu, kita tidak perlu cemas dan takut. Kita harus menghadapinya dengan jiwa yang terang, pikiran yang positif serta melihat kedepan dengan penuh semangat dan harapan," ujar Presiden SBY. "Kita harus tetap optimis dan harus percaya bahwa kita tidak akan terseret jauh dalam pusaran krisis global, jika kita sungguh menjaga persatuan, melangkah bersama dan mengembangkan segenap potensi yang kita miliki dan bekerja lebih keras lagi," kata Presiden SBY.
Ditambahkan, pemerintah dengan gigih bersama komponen bangsa lain telah berupaya keras mengatsi dampak krisis global ini. "Berbagai keputusan, kebijakan dan aksi yang cepat dan tepat telah dilaksanakan pemerintah untuk meminimalkan dampak krisis keuangan dan resesi perekonomian dunia ini terhadap perekonomian kita.
Presiden mengatakan, cita-cita membangun Indonesia yang aman dan damai, adil, sejahtera dan demokratis, memerlukan keteguhan iman, keyakinan dan kepercayaan diri dari bangsa yang sedang melakukan perubahan besar. Jika keimanan dan keyakinan serta rasa percaya diri kita tidak kokoh dan tidak kuat, kita dapat menyerah dan gagal dalam mewujudkan harapan dan cita-cita yang kita inginkan. Di berbagai forum sering saya katakan, layar sudah dikembangkan , dan perahu kita telah berlayar jauh menuju pulau harapan. Pantang untuk menyerah, apalagi surut kembali," kata Presiden SBY.



