Berita Utama
Selasa, 30 Desember 2008, 10:49:13 WIB
Menyambut 1 Muharam di Masjid Istiqlal
"Apa yang Dilakukan Nabi Muhammad Bukan Sekadar Reformasi, Tapi Transformasi"
Presiden SBY bersama jamaah, Selasa (30/12) pagi menghadiri Tabligh Akbar untuk menyambut 1 Muharram 1430 H, di Masjid Istiqlal, Jakarta. (foto: anung/presidensby.info)
Tabligh Akbar bertema Dengan Semangat Hijriyah Kita Tingkatkan Kualitas Bangsa di Masa Depan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh H. Mukmin Mubarok Juara MTQ Internasional Tahun 2008 di Kuala Lumpur, Malaysia, sedang saritilawah dibawakan Uswatun Hasanah, pengurus Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal ( BPPMI),
Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Qurais Shihab menyampaikan antara lain, peradaban ditandai oleh tiga hal, pertama tingginya kualitas ilmu pengetahuan, kedua tertanamnya ahklak yang luhur dan ketiga kebenaran."Itu sebabbya peradaban adalah gabungan dari tigal hal indah, baik dan benar. Tanpa ketiganya peradaban tidak terbangun. Selain itu Qurais Shihab juga mengingatkan pentingnya menghargai waktu, karena waktu tidak akan mundur kebelakang.
Sebelumnya, Menag Maftuh Basyuni dalam sambutannya mengatakan, Tahun Hijriyah merupakan momentum untuk melakukan introspeksi apa yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, untuk dapat meningkatkan kreatifitas dan melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam sambutannya Presiden SBY mengatakan apa yang telah dilakukan Nabi Muhammad SAW pada zamannya bukan sekadar reformasi, tetapi hakekatnya perubahan yang amat besar, atau kita kenal dengan transformasi, karena yang ingin dibangun oleh Rasulullah ialah sebuah peradaban. Bukan hanya budaya, bukan hanya tatanan pemerintahan, bukan hanya kehidupan beragama semata, tapi sebuah peradaban yang akhirnya menjadi peradaban Islam yang agung.
“Untuk mencapai peradaban yang agung itu, jalan yang ditempuh Rasulullah adalah jalan yang tidak lunak, penuh rintangan dan tantangan berat, yang menguji kesabaran dan ketegaran dan ketabahan. Dan akhirnya sejarah pula yang menunjukkan bahwa transformasi besar itu adalah contoh nyata keberhasilan kepemimpinan Rasulullah, dan keberhasilan perubahan dari jaman kegelapan jahiliyah menjadi jaman yang penuh cahaya imam,” kata Presiden SBY.
Menurut SBY, apa yang telah dilakukan Rasulullah itu patut menjadi contoh dan patut diteladani bagi bangsa Indonesia yang sedang membangun. “Sebuah perubahan besar tidak bisa dan tidak mungkin dilakukan sekaligus. Tidak tepat pula kalau perubahan itu dilakukan secara revolusioner. Yang tepat adalah sebuah ekologis, sebuah perubahan bertahap atau yang kita kenal perubahan yang gradual. Perubahan yang dicontohkan Rasulullah adalah perubahan yang seimbang, sebab kalau tidak seimbang akan terjadi persoalan-persoalan yang bersifat fundamental. Dunia, akhirat, keimanan, pengetahuan, ekonomi dan sebagainya, semuanya berimbang , serasi dan selaras.
Pada acara Tabligh Akbar di Masjid Istiqlal menyambut tahun baru Islam ini, hadir pula hampir seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu serta Duta Besar negara-negara sahabat. (win)



