Berita Utama
Rabu, 31 Desember 2008, 21:49:20 WIB
Tujuh Langkah Pemerintah Hadapi 2009
Presiden SBY pimpin rapat koordinasi di Departemen Keuangan hari Rabu (31/12) sore. (foto: abror/presidensby.info)
"Sebagaimana diketahui, jajaran Depkeu malam ini akan kerja lembur untuk mencatat semuanya apa yang berkaitan dengan penerimaan negara dan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan itu. Dilaporkan juga tentang prospek perekonomian kita tahun depan, yang tentu sangat dipengaruhi krisis keuangan global dan resesi perekonomian dunia sekarang ini termasuk juga segi-segi penerimaan negara dan garis besar anggaran yang akan dikeluarkan oleh negara. Dilaporkan pula tentang reformasi internal oleh jajaran Depkeu, termasuk pengembangan instrumen teknologi baru untuk memproses data lebih cepat dan tepat," kata SBY usai memimpin rakor.
Selain itu, Presiden menambahkan, bahwa pada sidang-sidang kabinet yang telah dilakukan akhir-akhir ini ada 7 hal yang di tetapkan sebagai agenda utama atau prioritas dalam bidang perekonomian tahun depan. Pertama, mengatasi kemungkinan terjadinya pengangguran baru akibat resesi perekonomian dunia ini. "Kedua mengelola inflasi pada batas tertentu. Bulan ini saya mendapat informasi kita mengalami deflasi. Mudah-mudahan inflasi tahun depan baik dan dalam jangkauan daya beli rakyat kita untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya," kata SBY kepada wartawan, didampingi Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa dan Menteri PU Djoko Kirmanto.
"Ketiga, pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk menjaga pergerakan sektor riil. Oleh karena itu sejumlah kebijakan telah diambil termasuk intensif fiskal. Pada saatnya nanti Menkeu dapat menjelaskan satu persatu, sehingga penyelamatan sektor riil atau dunia usaha ini dimana pada gilirannya sektor riil itu dapat menyelamatkan para pekerja,buruh, agar tidak begitu saja di PHK ," jelas SBY
"Keempat, perlunya mempertahankan daya beli rakyat. Bagi yang memiliki gaji, tahun depan kita naikkan lagi termasuk gaji ketigabelas. Dengan demikian daya beli itu memiliki kemampuan yang lebih tinggi lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Sementara yang tidak menerima gaji ada bantuan dalam bentuk lain yang sering saya katakan bantuan langsung pada masyarakat yang semua tujuannya meningkatkan dan menjaga daya beli rakyat kita," ujar SBY
"Kelima, melindungi saudara-saudara kita yang miskin dengan berbagai kebijakan. Berbagai SKIM telah dikeluarkan dan akan dilanjutkan di tahun 2009 mendatang. Keenam memelihara kecukupan pangan dan kecukupan energi. Allhamdulillah, untuk beras kita sudah pada tingkat swasembada. Demikian juga energi, utamanya bahan bakar minyak maupun gas yang makin diminati oleh masyarakat kita," kata SBY.
"Tujuh, insya Allah tahun ini ekonomi kita tumbuh dengan baik. Harapan saya bisa mencapi 6 persen tahun ini. Angka ini termasuk baik di tengah krisis dunia seperti ini. Semua negara melakukan koreksi pertumbuhannya, dan rata -rata mengoreksi ke bawah. Maka kita berharap, tahun depan meskipun ada perlambatan pertumbuhan, kita bisa memelihara angka yang pantas. Kalau konservatifnya, saya berharap berupaya sekuat tenaga agar pertumbuhan ekonomi kita tahun depan diatas 4,5 persen, angka yang realistis," ujar SBY.
Saat memberikan keterangan pers Presiden SBY didampingi Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri PU Djoko Kirmanto.



