Berita Utama

Presiden Instruksikan Langkah Tanggap Darurat di Papua Barat

Presiden SBY didampingi Ibu Ani memberi penjelasan,  hari Minggu (4/1) pagi, saat berada di  Taman Margasatwa Ragunan, Jaksel. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ibu Ani memberi penjelasan, hari Minggu (4/1) pagi, saat berada di Taman Margasatwa Ragunan, Jaksel. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi, serta tiga menteri terkait untuk segera melaksanakan langkah-langkah tanggap darurat sehubungan dengan gempa yang terjadi di Manokwari dan Sorong. Intruksi itu diungkapkan Presiden hari Minggu (4/1) pagi di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Menjelang subuh hari Minggu (4/1), beberapa daerah di wilayah Papua Barat diguncang gempa utama dan susulan dengan kekuatan 5,6 hingga 7,8 skala Richter.

Presiden SBY juga menginstruksikan beberapa menteri, yaitu Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah untuk segera berangkat menuju lokasi bencana dan melakukan langkah-langkah tanggap darurat. "Untuk memulihkan kembali listrik dan fasilitas-fasilitas utama. Sedangkan Menteri Perhubungan harus dihubungi, karena bandara udara Manokwari retak-retak landasannya. Ini harus dikerahkan upaya untuk memulihkannya," ujar Presiden SBY.

Presiden SBY akan terus melakukan pemantauan terhadap kegiatan-kegiatan tanggap darurat yang dilaksanakan di Papua. "Sejauh ini sistem bekerja dengan baik. Memang ada informasi atau berita tidak resmi mengatakan, ada empat orang saudara kita yang meninggal dunia, rumah-rumah rusak berat. Kita tunggu sampai semuanya lengkap. Yang penting Pemerintah Daerah dan pusat, sebagaimana ketentuan undang-undang, melaksanakan langkah-langkah tanggap darurat," kata Presiden SBY yang didampingi Ibu Negara dan Juru Bicara Presiden Andi A. Mallarangeng. (mit)