Berita Utama

SBY Buka Perdagangan Bursa Efek 2009

Presiden SBY menandatangani prasasti pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2009, di Lantai Bursa, Jakarta, Senin (5/1) pagi, disaksikan Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menandatangani prasasti pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2009, di Lantai Bursa, Jakarta, Senin (5/1) pagi, disaksikan Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Hari Senin (5/1) tepat pukul 09.30 WIB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi membuka Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2009, di Lantai Bursa, Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I Ground Floor. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Presiden SBY menekan tombol sirine sebagai tanda peresmian pembukaan perdagangan.

Tema peresmian pembukaan perdagangan saham hari pertama 2009 adalah Building Confidence in the Global Market Turbulence, sedangkan pada penutupan perdagangan hari terakhir di tahun 2008 pada tanggal 30 Desember 2008 lalu ditutup dengan tema Surviving in the Global Market Turbulence.

Sebelum meresmikan pembukaan Bursa Efek Indonesia, Presiden SBY mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas kerja keras dari pimpinan dan seluruh karyawan Bursa Efek Indonesia. "Tahun lalu adalah tahun yang berat, Alhamdulillah telah kita lampaui. Tahun ini kita masih menghadapi tantangan, tapi marilah kita tetap optimis dengan keyakinan bahwa semua persoalan dan tantangan dapat kita atasi. Mari kita sambut perekonomian tahun ini dengan penuh optimisme," seru SBY.

Sementara itu Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan, dapat dipahami bahwa krisis keuangan global yang berasal dari negara maju telah menimbulkan goncangan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, salah satunya melalui pintu pasar modal. "Khusus di dalam pasar modal koreksi yang cukup tajam yaitu Indeks Harga Saham Gabungan kita turun sebesar 50 persen. Memang terasa dalam dan sakit kalau dibandingkan tahun sebelumnya, namun kira-kira setara dengan beberapa negara di sekitar kita," kata Sri Mulyani. "Kita menyadari bahwa kejatuhan IHSG dialami juga oleh seluruh bursa di dunia dan penurunan indeks harga itu masih kurang lebih sama dengan yang dialami oleh bursa-bursa di kawasan Asia Pasific," lanjutnya.

Usai membuka Bursa Efek Indonesia, Presiden SBY berdialog dengan pelaku pasar modal Indonesia. Hadir dalam acara tersebut antara lain, Gubernur BI Boediono, Menkominfo M. Nuh, Mendag Mari E. Pangestu, Menteri Perindustria Fahmi Idris dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (osa)