Berita Utama

Presiden: Terimakasih Pembayar Pajak, Terimakasih Dunia Usaha

Presiden SBY menekan tombol tanda pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2009, di Lantai Bursa, Jakarta, Senin (5/1) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menekan tombol tanda pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2009, di Lantai Bursa, Jakarta, Senin (5/1) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Perekonomian nasional tahun 2008 berlangsung baik dan tidak seburuk yang diperkirakan banyak kalangan, kata Presiden SBY saat berdialog dengan pelaku pasar modal Indonesia pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia 2009 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (5/1) pagi.

“Saya sudah bandingkan tadi, growth dengan negara-negara tetangga. Ukurannya apa? Realisasi APBNP 2008. Penerimaan kita dihitung oleh Departemen Keuangan berjumlah Rp. 981 trilyun, naik sepuluh persen dari target. Pengeluaran kita Rp. 985 trilyun atau spending dari pembelanjaan itu 99,6 persen, hampir 100 persen. Bayangkan, pembelanjaannya pas, tapi penerimaannya naik sepuluh persen. Akhirnya defisit kita yang semula diperkirakan 2,1 persen, diperkirakan menjadi 0,1 persen,” tambahnya.

Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa), lanjut SBY yang semula diperkirakan hanya Rp. 20 trilyun ternyata berjumlah Rp. 38 trilyun. ”Tapi ini bukan karena tidak dibelanjakan. Rp. 38 triyun ditambah dengan Rp.12 trilyun on top yang sudah kita rencanakan untuk paket stimulus, maka kita punya tahun Rp. 50 trilyun untuk paket stimulus. Mari kita gunakan sebaik-baiknya, betul-betul untuk menggerakkan perekonomian kita,” pesannya.

”Ini adalah hasil kerja keras kita semua. Terimakasih pembayar pajak, terimakasih dunia usaha, akhirnya kita punya Rp. 38 trilyun Silpa,” ujar SBY. Namun sekali lagi Presiden SBY mengingatkan, badai krisis keuangan global dan resesi perekonomian dunia belum berlalu. ”Saya tidak ingin ada yang takut, cemas, dan gamang. Yakin kita bisa mengatasi permasalahan tersebut dengan syarat, mari kita bekerja lebih keras. Bersinergi dan berbagi antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, ekonom dan semua komponen di negeri ini yang menjadi pelaku perekonomian nasional,” terang SBY.

Sementara itu, Plt. Menteri Perekonomian Sri Mulyani menjelaskan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia beserta nilai kapitalisasi pasarnya melemah sekitar 50 persen pada akhir perdagangan tanggal 30 Desember 2008 lalu. "Penurunan IHSG di Indonesia bukanlah terburuk, bahkan bila kita mengacu pada informasi yang diberikan oleh Associated Foreign Press (AFP), kita tidak termasuk dalam kelompok 20 indeks saham terburuk di tahun 2008," Sri Mulyani menjelaskan.

"Sebagai upaya untuk menanggulangi semakin buruknya dampak krisis global tersebut terhadap perekonomian Indonesia pada umumnya dan industri pasar modal Indonesia pada khususnya, kami bersama lembaga-lembaga pemerintah terkait lainnya termasuk dengan Bank Indonesia, telah melakukan berbagai upaya penanggulangan krisis termasuk upaya antisipatif untuk menghadapi potensi gangguan selanjutnya yang mungkin akan kita hadapi di tahun 2009 ini. Alhamdulillah, langkah-langkah kebijakan Pemerintah nampaknya berhasil mengurangi dampak krisis global," tambahnya.

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Gubernur BI Boediono, Menkominfo M. Nuh, Mendag Mari E. Pangestu, Menteri Perindustria Fahmi Idris dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (osa)