Berita Utama

Presiden Soal Keterlambatan BBM

"BBM Terlambat Sebab Pertamina Libur, Itu Salah"

Presiden SBY menyampaikan sambutan pada  pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2009, di Lantai Bursa, Jakarta, Senin (5/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2009, di Lantai Bursa, Jakarta, Senin (5/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku tidak senang ketika mengikuti pemberitaan di media massa tentang keterlambatan bahan bakar. ”Ada alasan dari jajaran Pertamina yang mengatakan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan karena hari libur dan sedang mengenalkan sistem baru. Itu salah. Tidak ada hari libur kalau untuk melayani rakyat. Tidak berarti harus ngantor, tapi tidak ada alasan seperti itu. Lantas lalai, tidak berkomunikasi dengan rakyat, dan tidak responsif. Itu keliru,” kata Presiden SBY hari Senin (5/1) pagi, saat berdialog dengan pelaku pasar modal Indonesia pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia 2009 di Gedung Bursa Efek Indonesia.

”Justru ketika kita sedang melayani rakyat, kita harus selalu berjaga, bersiaga mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat. Negara tidak boleh tidur demi menjalankan tugasnya dan menjalankan roda pemerintahan untuk melayani rakyat. Ini berlaku bagi semua jajaran pemerintahan di seluruh tanah air. Berlaku bagi semua jajaran pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah,” seru SBY.

Sebaliknya, Presiden berterimakasih kepada pejabat pemerintah dan para menteri terkait yang dengan cepat dan tepat melakukan langkah-langkah untuk mengatasi gempa bumi di Manukwari dan di Sorong. ”Kemarin malam menjelang dini hari, ada gempa dengan kekuatan yang besar 7,6 Skala Ritcher di Papua Barat. Terjadi kerusakan infrastruktur dan beberapa bangunan,” kata Presiden SBY saat berdialog dengan pelaku pasar modal Indonesia pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia 2009 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (5/1) pagi.

”Subuh, sistem telah bekerja. Pada pagi hari saya sudah bisa berkomunikasi dengan Gubernur Papua Barat dan dengan menteri-menteri terkait. Meskipun kemarin juga hari libur nasional, tapi langkah-langkah yang cepat dan tepat itu harus kita jalankan. Sekarang saya sedang menunggu laporan selanjutnya dari Manukwari dan Sorong tentang keadaan sesungguhnya,” tambahnya. (osa)