Berita Utama
Senin, 5 Januari 2009, 19:42:24 WIB
Presiden Terima Dubes Palestina
Indonesia akan Desak DK-PBB untuk Keluarkan Resolusi
Presiden SBY hari Senin (5/12) sore menerima Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Al-Mehdawi, di Kantor Presiden. (foto: abror/presidensby.info)
Indonesia, kata Presiden, akan terus berkontribusi secara aktif di bidang diplomasi dan politik, agar masalah yang dihadapi oleh Palestina dapat segera diselesaikan. "Indonesia akan mendesak PBB serta Dewan Keamanan PBB untuk, meskipun Indonesia tidak menjadi anggota lagi sejak minggu lalu, betul-betul mengeluarkan resolusi agar betul-betul dilakukan gencatan senjata di Palestina," kata Presiden SBY. Diharapkan, Israel akan menghentikan serangan-serangannya, kemudian dilanjutkan dengan proses gencatan senjata dan perhentian permusuhan.
"Apabila kekerasan dan aksi militer yang berlaku di Gaza dapat dihentikan, maka PBB dan masyarakat internasional sudah setuju untuk melakukan monitor terhadap proses gencatan senjata tersebut. Indonesia bersedia dan menawarkan diri untuk mengirimkan putra-putra terbaiknya untuk melakukan monitor. Dengan catatan, betul-betul terjadi cease fire," kata SBY.
Pihak Indonesia juga telah memutuskan untuk mengirimkan tim dokter dan tim medis yang akan memberikan bantuan pengobatan di wilayah Mesir. Namun pihak Indonesia masih menunggu izin dari pihak Mesir dan Perancis. "Sementara menunggu, kita persiapkan dokter dan paramedis kita untuk ditempatkan di wilayah Mesir yang berbatasan dengan Gaza," SBY menjelaskan.
Mehdawi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Indonesia, karena telah memberikan segala macam bantuan kepada Palestina. "Saya sangat berterima kasih kepada Indonesia atas apa yang Indonesia lakukan hingga saat ini, dan bersedia untuk memberikan bantuan yang lebih," ujarnya.
Mendampingi Presiden SBY saat menerima Mehdawi antara lain Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, serta dua Juru Bicara Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (mit)



