Berita Utama
Senin, 12 Januari 2009, 13:47:19 WIB
Indonesia-Suriah Sepakat Selesaikan Masalah TKI Sebaik-baiknya
Presiden SBY beramah tamah dengan PM Republik Arab Suriah, Mohammad Naji Otri, di Istana Merdeka, Senin (12/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
"Kita sepakat bahwa komisi bersama, mekanisme untuk mengelola kerjasama bilateral, ini harus kita tingkatkan efektivitasnya. Saya berpendapat ada potensi yang besar untuk peningkatan kerjasama ekonomi Suriah dan Indonesia. Oleh karena itu, komisi bersama harus lebih fokus kerjasama di bidang perdagangan, investasi, pertanian, dan energi," kata Presiden SBY.
Dalam soal TKI, Presiden SBY mengajak Suriah untuk betul-betul bisa meningkatkan kerjasama yang riil untuk memastikan bahwa TKI bisa bekerja dengan baik. Kalau ada masalah segera bisa diselesaikan dengan baik pula. ”Terimah kasih kepada Suriah atas kesempatan lapangan pekerjaan dan tentunya mereka juga menjadi bagian dari pembangunan ekonomi di Suriah," ujar SBY.
Menanggapi pertanyaan seorang wartawan soal sekitar 70 ribu TKI ilegal di Suriah yang rencananya akan diputihkan, Presiden SBY meminta agar data jumlah TKI yang disebutkan dicek lagi. ”Data dari mana saudara peroleh, tolong cek jumlahnya. Yang jelas tadi kita bahas komitmen untuk menyelsaikan semua masalah itu dengan sebaik-baiknya. Saya usulkan agar mandatory consuler notification, apabila ada masalah yang terkait dengan TKI agar pemerintah kedua negara bisa menyelesaikan dengan baik. Semangat itu kuat sekali dan nanti komisi bersama akan mengagendakan khsusus langkah-langkah ke depan untuk menyelesaikan masalah itu,” Presiden menjelaskan.
”Saya baru mengecek Dubes Indonesia yang berada di Damaskus bahwa belum bisa dikonfirmasi angka itu. Saya akan mengecek ke Menteri Tenaga Kerja tentang kejelasan data itu. Akurasi data penting,” SBY menambahkan.
Sementara itu, PM Suriah Mohammad Naji Otri menambahkan, jumlah TKI di Suriah hanya sepersepuluh dari angka yang disebutkan oleh wartawan tadi.”Sudah ada draft persetujuan di bidang tenaga kerja dan segera akan dibahas, ditandatangani dalam pertemuan komisi bersama antara Indonesia dan Suriah,” ujarnya. (win)



