Berita Utama

Menerima Menlu Belanda

SBY Jelaskan Posisi Indonesia dalam Krisis Gaza

Presiden SBY menerima Menlu Belanda, Maxime Verhagen, di Kantor Presiden hari  Rabu (14/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menerima Menlu Belanda, Maxime Verhagen, di Kantor Presiden hari Rabu (14/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Belanda, Maxime Verhagen, di Kantor Presiden, Rabu (14/1) pagi. Ini merupakan kunjungan resmi kenegaraan pertama ke Indonesia yang pernah dilakukan oleh Menlu Belanda.

Menurut Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, Presiden SBY menyambut gembira mengetahui hubungan bilateral Indonesia dan Belanda terus berkembang dengan pesat. "Presiden SBY menyambut baik kerjasama Indonesia dan Belanda di bidang perdagangan, investasi, sosial, pendidikan," kata Dino, usai mendampingi Presiden.

Presiden SBY juga memberikan penjelasan soal kebijakan Indonesia dalam kasus krisis di Jalur Gaza. "Presiden menekankan langkah-langkah diplomatik Indonesia di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pada proses di Sidang Majelis Umum PBB," Dino menambahkan.

Presiden SBY juga menekankan agar Resolusi No.1860 Dewan Keamanan PBB soal serangan militer Israel ke Jalur Gaza terus ditaati di lapangan. Isi pokok dari resolusi tersebut adalah seruan bagi terciptanya gencatan senjata yang langgeng dan sepenuhnya dipatuhi, sesegera mungkin menuju penarikan Israel sepenuhnya dari Gaza.

Sementara itu, Menlu Maxime Verhagen mengemukakan dukungannya terhadap proses Bali Democracy Forum. "Bali Democracy Forum berjalan dengan lancar dan sukses karena keterlibatan Presiden SBY dalam prosesnya," kata Verhagen.

Perkembangan demokrasi, lanjut Verhagen, tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Oleh karena itu, pemerintah Belanda akan memberikan bantuan sebesar 2,5 juta Euro untuk mendukung berlangsungnya proses Bali Democracy Forum. (mit)