Berita Utama

SBY Pantau Pembangunan Kanal Banjir Jakarta

Presiden SBY hari Rabu (14/1) siang berkunjung mendadak ke Kantor DPU  DKI Jakarta untuk memantau kesiapan aparat menghadapi banjir yang menggenangi Jakarta.  (foto:abror/presidensby.info)
Presiden SBY hari Rabu (14/1) siang berkunjung mendadak ke Kantor DPU DKI Jakarta untuk memantau kesiapan aparat menghadapi banjir yang menggenangi Jakarta. (foto:abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta dengan sangat agar pembangunan kanal banjir di Jakarta disukseskan, terutama Kanal Timur, karena bisa mengkanalisasikan aliran enam sungai di wilayah timur Jakarta. Permintaan ini disampaikan SBY hari Rabu (14/1) siang, saat berkunjung ke kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta. "Pembangunan ini akan saya pantau dan mengikuti perkembangannya, mudah-mudahan tahun ini bisa betul-betul di selesaikan pembebasan tanahnya dan bisa dibangun," tambah Presiden.

Kunjungan mendadak ke kantor Dinas PU DKI ini dilakukan untuk mengecek kesiapan Pemda DKI menghadapi bencana banjir. Pada kesempatan yang sama SBY juga meminta laporan Menteri Perhubungan soal tenggelamnya KM Teratai Prima diperairan Majene Sulawesi Barat, serta kinerja BMG melaporkan situasi cuaca kepada masyarakat dan instansi terkait lainnya.

Menurut Presiden SBY, saat ini sebenarnya kalau tiap-tiap warga negara menyadari bahwa pembangunan kanal ini untuk kepentingan umum dan pembelian harga tanahnya pantas, mestinya ada kerjasama yang baik. ”Barangkali dulu ada banyak cerita penggantian tanah harganya sangat murah, ada di bawah NJOP, dan macam-macam. Ada yang main di sana, main di sini, rakyat yang dirugikan. Tapi sekarang ini sebetulnya pembelian tanah dengan harga yang baik bahkan diatas NJOP. Oleh karena itu dengan pendekatan yang baik dan betul-betul untuk kepentingan umum tidak ada uang yang belok ke kantong siapapun. Dengan demikian pembangunannya harus lebih lancar," lanjut Presiden.

Untuk Presiden SBY meminta kepada seluruh pimpinan Pemda DKI Jakarta untuk betul-betul memastikan semua aliran-aliran air itu berfungsi. ”Bagus kalau kerja bakti. Ada bakti TNI, kepolisian, bersama masyarakat untuk juga diarahkan memastikan saluran itu berfungsi baik. Meskipun hulunya sudah kita cegah, kanal banjir sudah kita bangun, tapi kalau drainase system di perkotaan tidak bagus, hujan sedikit saja tergenang. Jadi ini sepertinya klasik, tapi harus kita jalankan," kata SBY.

SBY juga mengingatkan pentingnya resapan air . ”Ini sangat penting dan ini kalau tidak disiplinkan, pengembang-pengembang, dan mungkin dianggap malahan mengganggu, tapi kita sadar resapan air itu kan hanya spot-spot saja. Tidak mengganggu keseluruhan halaman atau kontruksi bangunan. Agak dipaksa saja, karena tidak banyak mengganggu usahanya tetapi menyelamatkan kotanya ,” ujar SBY.

Menurut Presiden, kalau climate change, air laut cenderung naik, maka tanggul-tanggul diperkuat. ”Oleh karena itu saya akan intruksikan, Seskab bisa menyampaikan ke Meneg BUMN agar Pelindo bisa diinstruksikan dan saya ingin lihat dalam waktu dekat dikerjakan apa tidak tanggul-tanggul itu. Kadang-kadang terlalu banyak pendapat akhirnya tidak ada yang kita kerjakan, ”kata Presiden. (win)