Berita Utama
Kamis, 15 Januari 2009, 15:40:08 WIB
"Terimakasih Pak SBY, Sekarang Bisa Irit"
Presiden SBY melakukan dialog dengan Ratno, di SPBU di Jl. Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Kamis (15/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Ratmo sedikit terkejut, dan menjawab, "Alhamdulillah, terimakasih Pak SBY. Sekarang bisa irit," katanya. SBY lalu menjelaskan, sejak Kamis (15/1) ini, harga bensin atau premium turun menjadi Rp 4.500 perliter. Ini adalah penurun kali ketiga, dan dari semula Rp 6000, lalu turun menjadi Rp 5.500, kemudian turun lagi Rp 5.000, dan sekarang Rp 4.500. Tiga kali penurunan harga BBM ini merupakan yang pertama dalam sejarah di Indonesia. Solar juga kini seharga Rp 4.500 seliter.
Usai melakukan sidak ke Stasiun KA Jakarta Kota, Terminal Bus Pulogadung, dan SPBU Rawamangun, Presiden SBY kepada wartawan mengatakan bahwa hasil pengecekan di lapangan sesuai dengan kebijakan pemerintah yang telah diumumkan pada Senin (12/1) lalu. Tarif angkutan kereta api sudah turun 8 persen. "Untuk KR (Kereta Rel Listrik) tadi dilaporkan belum turun, tapi saya telah intruksikan mulai besok harga tarif KRL akan turun sekitar 10 persen. Dengan demikian kereta api akan disesuaikan dan turun harganya,” kata Presiden.
Pengecekan terhadap SPBU, lanjut SBY, bukan hanya menyangkut penurunan harga, melainkan juga ketersediaan BBM-nya. ”Pengalaman yang dulu, ada keterlambatan, ada masalah antara SPBU dan Pertamina. Nah, setelah kita melakukan koreksi dan perbaikan, kita saksikan tidak ada masalah sama sekali dengan supply, stok dan distribusi. Harapan saya terus dapat dijalankan dengan baik,” Presiden menambahkan.
”Yang saya tahu, angkutan kota yang dikelola oleh negara seperti Damri, ASDP, Kereta Api, sudah turun harganya. Tetapi allahmdulilah, tadi saya cek langsung ke loket pembelian tiket bus (swasta) jurusan Madura juga telah turun," SBY menjelaskan. Tiket bus jurusan Jakarta-Madura dari Rp 200.000 menjadi Rp 180.000. Kemudian Jakarta-Yogyakarta dari Rp 175.000 menjadi Rp 160.000.
Menurut Presiden, penurunan ini semua dapat meningkatkan daya beli rakyat. ”Saudara tahu bahwa kebijakan pemerintah menyangkut harga selama ini ada yang diregulasi oleh pemerintah seperti BBM, beras, gabah. Tapi ada juga yang tidak mungkin diregulasi oleh pemerintah. Tetap menggunakan mekanisme pasar, tapi dengan insentif yang kita berikan melalui kebijakan khusus. Harapan saya, dunia usaha bisa menurunkan harganya untuk rakyat kita. Kita lihat tadi sebahagian mulai turun,” ujar SBY
Presiden juga telah melakukan pembicaraan telepon dengan Walikota Padang, Sumatera Barat, yang melaporkan penurunan tarif angkutan kota antara 12 hingga 15 persen. Lalu saya juga berkomunikasi dengan Bogor, Organda sedang melakukan pembahasan penurunan tarif angkutan. Untuk implementasinya, yang saya tahu, untuk Bogor yang tadinya tarif angkutan Rp 2.500 menjadi Rp 2000. Itu penurunan pertama dan yang kedua, dan sekarang telah rapat lagi untuk penurunan yang ketiga. Mudah-mudahan ongkos transportasi ini bisa dijangkau oleh rakyat kita,” kata Presoden SBY. (win)



