Berita Utama
Sabtu, 17 Januari 2009, 00:02:44 WIB
Revitalisasi Pemancar dan Studio Pro 3 RRI
Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau ruang siaran saat meresmikan Revitalisasi Pemancar dan Studio Jaringan Berita Nasional Pro 3, RRI di Jl. Merdeka Barat No. 4-5, Jakarta, hari Jumat (16/1) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Kedatangan Presiden SBY dan Ibu Ani pada pukul 20.25 WIB, disambut dengan meriah oleh seluruh staf RRI di Studio Pro 3 RRI yang terletak di lantai 7 Gedung RRI. Presiden dan Ibu Ani kemudian langsung melakukan dialog interaktif di udara, menyapa masyarakat Indonesia di Sabang, Merauke, Miangas dan Rote yang dipandu oleh Eko Wahyuanto.
Anwar Fuadi, pendengar dari Sabang, NAD, menyatakan harapannya agar pemerintah pusat dan daerah terus meningkatkan pembangunan transportasi air di daerahnya. Menanggapi hal itu Presiden langsung menugaskan Menteri Perhubungan serta Gubernur NAD, untuk memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sarana transportasi laut di sana. "Pembangunan transportasi laut memadukan anggaran emerintah daerah dan pemerintah pusat. Hal ini dilakukan untuk menambah transportasi laut di Sabang," kata SBY. Usai melakukan dialog dengan masyarakat Indonesia melalui radio, Presiden SBY dan Ibu Ani kemudian meninjau studio-studio baru di RRI.
Dengan adanya revitalisasi RRI, Presiden SBY berharap RRI dapat berperan secara khusus dalam membangun peradaban bangsa. "Dengan cara terus berperan dalam melestarikan nilai dan jati diri bangsa dan peran dalam pembangunan watak bangsa yang merupakan agenda yang tidak pernah usai," kata SBY.
Selain itu, RRI diharapkan dapat terus bisa membangun etika berdemokrasi yang baik. "Karena demokrasi juga memerlukan kearifan, akhlak dan bawa kebajikan bagi kita semua," jelas SBY. Dalam masa Pemilu, menurut SBY, sudah dapat dipastikan akan terjadi debat antar calon pemimpin. "Mari jalankan debat itu dengan penuh tata krama dan tidak mengesampingkan norma-norma. Saya dukung kontribusi RRI dalam menyukseskan Pemilu tahun ini," kata SBY. Usai memberikan sambutan, Presiden SBY meresmikan Revitalisasi Pemancar dan Studio Jaringan Berita Nasional Pro 3 RRI dengan penandatanganan prasasti.
Acara kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit yang dibawakan oleh Dalang Ki Manteb Sudarsono dengan judul Wahyu Makutho Romo. Dalam adegan Limbuk Cangik, Presiden SBY sempat berdialog dengan Ki Manteb Sudarsono. Presiden SBY mengungkapkan bahwa wayang memiliki nilai budaya dan falsafah serta sarat akan pesan moral dan spiritual yang tinggi. "Mari kita lestarikan wayang kulit ini sebagai bagian dari budaya bangsa," ujar Presiden.
"Indonesia mesti bangga dengan wayang kulit. Harus kita pelihara supaya betul-betul lestari dan menjadi salah satu keunggulan budaya Indonesia. Indonesia memiliki banyak sekali keunggulan, antara lain seni, budaya, sejarah, tradisi maupun warisan nenek moyang. Wayang, falsafahnya tinggi, jelas sekali bahwa akhirnya yang benar yang menang, kebajikan di atas kejahatan. Saya ajak seluruh rakyat Indonesia untuk benar-benar melestarikan budaya wayang kulit agar mendapatkan pencerahan," kata SBY.
Tampak hadir mendampingi Presiden antara lain Menkominfo M. Nuh, Mensesneg Hatta Rajasa serta Seskab Sudi Silalahi. Usai menyaksikan pagelaran Wayang Kulit, Presiden SBY dan Ibu Negara meninggalkan lokasi pada pukul 23.00 WIB. (mit)



