Berita Utama
Senin, 19 Januari 2009, 14:00:54 WIB
FTZ Batam, Bintan dan Karimun Diresmikan
Beri Pelayanan Prima Tanpa Pungli dan Korupsi
Presiden SBY meresmikan Free Trade Zone Batam, Bintan dan Karimun dan beberapa proyek di Kepri, hari Senin (19/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Proyek yang diresmikan Presiden SBY antara lain, Jembatan Sei Gesek di Kecamatan Gunung Kijang, (Kabupaten Bintan, Tanjungpinang), Ekspandi Hotel Fase 2 PT. Nongsa Point Marina and Resort di Nongsa Batam, Kawasan Mega Wisata Octarina, (Batam Centre), dan Galangan Pabrikasi PT. Saipem Tanjung Balai (Karimun). Presiden SBY dan undangan yang hadir menyaksikan video profil proyek-proyek tersebut.
Gubernur Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah melaporkan persiapan pelaksanaan Free Trade Zone tersebut. "Seluruh anggota Dewan Kawasan yang telah Bapak tetapkan melalui keputusan Presiden telah bertekad untuk menjalankan FTZ dengan sebaik-baiknya. Semua telah bertekad untuk bekerja keras mengutamakan pelayanan yang prima kepada masing-masing investor maupun calon-calon investor," jelas Ismeth.
"Masing-masing instansi vertikal yang masuk ke Dewan Kawasan termasuk pemerintah daerah setempat, sudah sepakat untuk mengedepankan dan mengutamakan kepentingan bersama untuk memajukan negeri ini, memajukan FTZ, dengan memberikan pelayanan yang prima, cepat dan akurat dengan biaya yang seringan-ringannya serta pelayanan yang tanpa pungli dan tanpa perilaku yang koruptif. Proyek-proyek di Kepulauan Riau yang akan diresmikan Presiden juga merupakan signal kepada dunia internasional bahwa FTZ Batam Bintan dan Karimun adalah kawasan yang kompetitif dan mampu bersaing dengan kawasan-kawasan sejenis di Asia Pacific," lanjut Ismeth.
Presiden SBY menekankan pentingnya pelaksanaan Kawasan Perdagangan Bebas di Pulau Batam, Bintan, dan Karimun pada awal 2009 ini. "Selain merupakan amanah undang-undang, juga untuk mewujudkan komitmen kita bersama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perdagangan, investasi, industri, dan pariwisata di kawasan ini," ujar SBY. Dimulainya kawasan perdagangan bebas ini menurut Presiden SBY antara lain karena ketiga pulau itu memiliki letak geografis yang sangat strategis dalam jalur lalu lintas perdagangan internasional.
"Kita harus dapat meningkatkan peluang ini dengan mendayagunakan letak strategis ketiga pulau itu dan tentunya pulau-pulau lain di seluruh Indonesia untuk menjadi tempat pengembangan dan pertumbuhan perdagangan dan investasi di negeri kita," kata SBY.
Usai acara, Presiden SBY dan rombongan terbatas meninjau visualisasi proyek-proyek yang diresmikan. Mendampingi Presiden SBY antara lain, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mendag Mari E. Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Menbudpar Jero Wacik. (osa)



