Berita Utama

FTZ Batam, Bintan dan Karimun

"Jadikan Kawasan Ini Sebagai Sentral Pengembangan Industri Sarat Teknologi"

Presiden SBY  memberikan sambutan pada peresmian Free Trade Zone Batam, Bintan dan Karimun dan beberapa proyek  di Kepri, hari Senin (19/1) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memberikan sambutan pada peresmian Free Trade Zone Batam, Bintan dan Karimun dan beberapa proyek di Kepri, hari Senin (19/1) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Batam: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap Pulau Batam, Bintan, dan Karimun di Provinsi Kepulauan Riau dapat dijadikan pintu gerbang bagi arus masuknya investasi barang dan jasa dari luar negeri. Presiden SBY juga ingin agar ketiga lokasi ini dapat berfungsi sebagai sentral pengembangan industri sarat teknologi sebagai tempat pengumpulan dan penyaluran hasil produksi dari dan ke seluruh wilayah Indonesia serta negara lain, dan menjadi pusat pelayanan lalu lintas kapal internasional.

Demikian dikatakan Presiden SBY saat meresmikan dimulainya pelaksanaan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun di kawasan Wisata Coastarina Batam Centre, Senin (19/1) pagi. "Untuk meningkatkan investasi di Batam, Bintan, dan Karimun, kita telah bekerjasama dengan Singapura, dan dalam pelaksanaannya dikoordinasikan Joint Working Group dan Joint Steering Commitee. Dalam tiga tahun terakhir sejak Juli 2006, telah ditetapkan target peningkatan ekspor, investasi asing dan penyerapan tenaga kerja di kawasan ini," SBY menjelaskan.

"Kita telah meningkatkan target ekspor dari 6,2 milyar dollar AS pada tahun 2005, menjadi dua kali lipat di tahun 2009 ini. Kita juga meningkatkan untuk meraih investasi kumulatif sebesar 1 milyar dollar AS, dan menciptakan lapangan kerja baru kumulatif sebesar 130 ribu orang. Untuk memfasilitasi penanaman modal di kawasan ini, pada bulan Juni 2006 telah dibentuk pula unit pelayanan investasi terpadu di Batam," kata SBY.

"Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya bersyukur dengan selesainya pembangunan proyek-proyek di Provinsi Kepulauan Riau ini. Semoga semuanya itu dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional, dan khususnya dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat di Kepulauan Riau," tambahnya.

Di akhir pidatonya, kepada Gubernur Kepulauan Riau Presiden SBY berpesan agar dapat memberikan fasilitas dan dukungan terhadap pelaksanaan FTZ agar dapat berjalan baik."Lakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengintensifkan semua kegiatan investasi di wilayah ini, termasuk upaya pengamanannya. Wujudkan situasi yang kondusif dan berikan fasilitas untuk tumbuh dan berkembangnya kegiatan ekonomi yang produktif sesuai dengan rencana tata ruang wilayah nasional dengan tidak mengganggu keberlanjutan lingkungan hidup," pesannya.

"Bunga selasih dari Jayagiri tidak pernah layu. Terimakasih masyarakat Kepri, thank you," ujar SBY menutup sambutannya dengan berpantun. (osa)