Berita Utama

PGRI Berterimakasih Karena Anggaran Pendidikan 20 Persen dari APBN

Presiden SBY menerima  perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia, di Kantor Presiden, hari Selasa (20/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menerima perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia, di Kantor Presiden, hari Selasa (20/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Mendiknas Bambang Soedibyo dan Mensesneg Hatta Rajasa, hari Selasa (20/1) siang menerima 10 orang perwakilan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Kantor Presiden. Kedatangan mereka untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas komitmen Presiden SBY terhadap implementasi 20 persen anggaran pendidikan dalam APBN dan APBD, ditetapkannya PP tentang Guru, serta diterbitkannya beberapa peraturan pemerintah seperti PP Pendanaan dan Wajib Belajar sembilan tahun.

Selain itu PGRI juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden beserta Ibu Negara dalam peringatan HUT PGRI/Hari Guru Nasional Tanggal 2 Desember 2008 lalu. PGRI yang didirikan tanggal 25 November 1945 di Solo, adalah organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945. Organisasi ini bersifat unitaristik, independen dan non partai politik. Saat ini, anggota PGRI berjumlah 1.960.000 orang.

Dalam konferensi persnya usai bertemu Presiden, Ketua Umum PGRI, Sulistyo berharap kesejahteraan guru yang belum sesuai dengan harapan, dapat ditingkatkan. "Perlu kami laporkan, masih ada guru di Indonesia yang perghasilannya Rp 100 ribu. Berkaitan dengan hal itu, apabila mereka tidak memungkinkan diangkat sebagai PNS, maka perlu ada peraturan yang dapat melindungi mereka agar pihak-pihak yang mempekerjakan guru diwajibkan memberikan perhatian yang wajar, misalnya perlunya penetapan upah minimal guru, termasuk untuk guru swasta," jelasnya.

Selain itu, menurut Sulistyo, berbagai peraturan perundang-undangan tentang pendidikan dan guru belum dilaksanakan dengan baik. "Karena itu, secara khusus, PGRI berharap agar PP No. 74 tentang Guru untuk segera dapat dilaksanakan dan PP tentang Dosen agar segera diterbitkan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Presiden SBY segera menugaskan Mendiknas untuk segera ditindaklanjuti. Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum PGRI didampingi pengurus lainnya, masing-masing Anah Suhaenah Soeparno, Unifah Rosyidi, Soegito, Agustitin S., Dahri, Sahiri Hermawan, Harfini Suhardi, Giat Suwarno dan Didi Suprijadi. (mit)