Berita Utama
Sabtu, 24 Januari 2009, 10:00:45 WIB
Pertemuan dengan Institut for Peace and Democracy
Gianyar: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Sabtu (24/1) pagi mengadakan pertemuan dengan pengurus Institut for Peace and Democracy, di Istana Negara Tapak Siring, Bali. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari peresmian dan pembentukan Institute for Peace and Democracy di Universitas Udayana Bali, tanggal 10 Desember 2008.Lembaga perdamaian pertama di Asia ini dibentuk dan diresmikan di kampus Bukit Jimbaran, dan Universitas Udayana Bali ditunjuk Departemen Luar Negeri memelopori pembangunan lembaga pembelajaran demokrasi tersebut, dan diharapkan mampu memberikan penelitian perkembangan politik Indonesia hingga luar negeri dan wacana-wacana baru serta tukar pengalaman antarnegara yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun umum.
Tercatat sebagai anggota Board of Director Institut for Peace and Democracy ini, antara lain, Letjen (Purn) Agus Wihoyo, Dino Patti Djalal, Dewi Fortuna Anwar, Azyumardi Azra, dan Umar Hadi.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menlu Hassan Wirajuda, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Andri Hadi, Dirjen Aspac dan Afrika Primo Alui Joelianto, Dirjen Amerika dan Eropa Retno L.P Marsudi, Dirjen Kerjasama Asean Djauhari Oratmangun, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Rektor UNUD I Made Bakta, Azyumardi Azra, Dewi Fortuna Anwar, Umar Hadi, I Ketut Putra Erawan. (win)



