Berita Utama
Selasa, 27 Januari 2009, 13:12:52 WIB
Orasi Ilmiah dalam Rangka Dies Natalis Unbraw
Ketimpangan Dunia Harus Diperbaiki
Malang: Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta seluruh rombongan di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Selasa (27/1) pagi, disambut oleh Penjabat Gubernur Jawa Timur Setia Purwaka, Ketua DPRD dan anggota Muspida provinsi Jawa Timur. Presiden SBY langsung menuju Universitas Brawijaya untuk memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis kee-46 Universitas Brawijaya.Tepat pukul 10.30 WIB, SBY tiba di Gedung Samantha Krida Unbraw dan disambut Mendiknas Bambang Soedibyo dan Walikota Malang. Dalam orasinya yang berjudul "Pembangunan Ekonomi Indonesia dalam Era Globalisasi di Abad 21" tersebut, Presiden menyampaikan perkembangan perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu pasca krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998. Menurut Presiden, ketidakstabilan kondisi perekonomian pasca krisis yang dipengaruhi oleh perubahan sistem politik, yang mengakibatkan besarnya rasio utang terhadap pendapatan, peningkatan jumlah pengangguran, kenaikan harga minyak bumi dan degragasi lingkungan.
Di dalam berbagai forum yang dihadiri oleh Presiden SBY, banyak sekali pertanyaan yang muncul mengenai alasan mengapa dunia dilanda krisis. "Di dunia ini ternyata ada ketimpangan besar, seperti negara kuat dan negara lemah, miskin dan rendah. Ada juga negara-negara maju yang memiliki multi national corperation yang menguras keuntungan dari satu negara secara besar-besaran. Ketimpangan-ketimpangan ini harus diperbaiki," kata SBY.
Oleh karena itu, Presiden SBY mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan Internasional untuk terus bersatu padu dalam menata dan memperbaiki tatanan perekonomian global. "Karena, kalau dibiarkan, hampir pasti akan ada krisis-krisis baru yang akan melanda dunia," Presiden SBY menambahkan.
Disebutkan pula berbagai macam permasalahan yang menjadi tantangan di awal pemerintahan Presiden SBY. Tantangan tersebut sangat bermacam-macam, mulai dari bencana alam, ketidakstabilan harga minyak bumi hingga ancaman krisis keuangan global. "Mari kita pahami bahwa tantangan yang kita hadapi begitu berat. Kita harus bersatu, dan tidak menyerah untuk mengatasi krisis," kata Presiden SBY di hadapan sedikitnya 400an akademisi UB.
Mendampingi Presiden dalam acara ini, antara lain, Menkominfo M.Nuh, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendiknas Bambang Soedibyo, Seskab Sudi Silalahi serta dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.
Usai mendengarkan orasi ilmiah, acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian Rumah Pintar Universitas Brawijaya yang terletak tak jauh dengan gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya. (mit)



