Berita Utama

Di Surabaya

SBY Buka Kongres XX Ikatan Notaris Indonesia

Presiden SBY memukul gong untuk membuka Kongres ke XX Ikatan Notaris  Indonesia,  di Hotel J.W. Marriott, Surabaya, Rabu (28/1) pagi.  (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memukul gong untuk membuka Kongres ke XX Ikatan Notaris Indonesia, di Hotel J.W. Marriott, Surabaya, Rabu (28/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Surabaya: Dengan mengucapkan Basmallah dan memukul gong sebanyak tiga kali, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Pembukaan Kongres XX Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Royal Ballroom, Hotel J.W. Marriott, Surabaya, Rabu (28/1) pagi. Acara yang diselenggarakan pada 28 - 31 Januari 2009 tersebut dihadiri oleh 2000 notaris dari seluruh Indonesia.

Dalam laporannya, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia, Tien Norman Lubis, mengungkapkan bahwa saat ini, INI memiliki 27 pengurus wilayah dan berkedudukan di ibukota provinsi dan 140 pengurus daerah yang berkedudukan di kabupaten. Usai memberikan sambutan, Tien Norman Lubis menyerahkan buku berjudul Jati Diri Notaris Indonesia (Dulu, Sekarang, dan di Masa Datang) dalam rangka 100 tahun INI kepada Presiden SBY. "Mudah-mudahan, dengan adanya buku ini, sejarah notaris diketahui oleh seluruh masyarakat," kaya Tien Norman Lubis.

Presiden SBY berharap, kongres ini dapat menghasilkan program kerja yang tepat untuk tiga tahun mendatang. "Dengan penyegaran dan pembekalan pengetahuan, saya berharap profesionalitas para notaris meningkat," ujar Presiden dalam sambutannya.

Kepada seluruh notaris di Indonesia, Presiden SBY berpesan supaya jasa kenotariatan menjadi semakin baik. "Jangan justru menambah kesemrawutan dari hal-hal yang belum bisa diperbaiki. Perkuat dunia bisnis, dunia investasi dan jasa pelayanan," ujar Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden SBY juga menekankan pentingnya reformasi diri. "Sebelum kita menuding, menyalahkan dan mengkritik, mari kita lihat diri kita sendiri, apa yang telah kita perbuat cukup atau tidak, dan ke depan kita ingin meningkatkan darma bhakti kita atau tidak. Mari kita berkaca kepada diri kita dulu sendiri. Baru setelah itu, kita mengajak, jangan mencaci maki," jelas SBY.

Presiden SBY juga berharap bahwa seluruh notaris di Indonesia harus menjadi tetap menjunjung kode etik dan idealisme serta dapat mempertanggungjawabkan segala hal yang telah dikerjakannya.

Tampak hadir dalam acara peresmian pembukaan kongres tersebut, antara lain, Menkominfo M. Nuh, Menhuk HAM Andi Mattalatta, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi SIlalahi serta dua Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng dan DIno Patti Djalal. (mit)